fadilah dan keutamaan sholat tahajud


Apa saja fadilah dan Keutamaan Sholat Tahajud menurut Alquran dan hadits?

Shalat Tahajud adalah amalan sholat yang utama setelah sholat fardhu 5 kali sehari. Banyak Manfaat, Keutamaan dan fadilah yang dijanjikan oleh ALLAH SWT dan Nabi Muhammad SAW didalam ALquran dan Hadits. Oleh Sebab Itu sangat dianjurkan untuk setiap muslim mengerjakan amalan ini.

Jangan malas untuk mengerjakan amalan ini, hanya karena waktu mengerjakaanya saat saat kebanyakan manusia terlelap tidur. Apalagi dijaman sekarang sudah banyak alat alat modern yang bisa membantu kita untuk dapat bangun dari tidur yang lelap, sedangkan para sahabat jaman dahulu hanya mengandalkan Niat dan Iman untuk dapat bangun melaksanakan Ibadah Sholat tahajud ini. Berikut beberapa Fadilah dan keutamaan Sholat tahajud Menurut Alquran dan Hadits

Waktu Doa kita mudah Terkabul

 

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Nabi SAW bersabda:

Allah turun ke langit dunia setiap malam pada 1/3 malam terakhir. Allah lalu berfirman, Siapa yang berdoa kepada-Ku niscaya Aku kabulkan! Siapa yang meminta kepada-Ku niscaya Aku beri! Siapa yang meminta ampun kepadakepada- Ku tentu Aku ampuni. Demikianlah keadaannya hingga terbit fajar

(HR. Bukhari no. 145 dan Muslim no.758)

Sesungguhnya di malam hari, ada satu saat yang ketika seorang muslim meminta kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah memberinya, Itu berlangsung setiap malam.

(HR. Muslim)

Di waktu malam terdapat satu saat dimana Allah akan mengabulkan doa setiap malam.

(HR. Muslim No. 757)

Dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu ia menuturkan pula, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Ketahuilah, sesungguhnya Allah tertawa terhadap dua orang laki-laki: Seseorang yang bangun pada malam yang dingin dari ranjang dan selimutnya, lalu ia berwudhu’ dan melakukan shalat.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman kepada para Malaikat-Nya, ‘Apa yang mendorong hamba-Ku melakukan ini?’

Mereka menjawab, ‘Wahai Rabb kami, ia melakukan ini karena mengharap apa yang ada di sisi-Mu dan takut dari apa yang ada di sisi-Mu pula.’

Allah berfirman, ‘Sesungguhnya Aku telah memberikan kepadanya apa yang ia harapkan dan memberikan rasa aman dari apa yang ia takutkan.’”

(HR. Ahmad, (I/416), Ibnu Hibban (VI/297, sebagaimana yang terdapat dalam al-Ihsaan), al-Hakim, (II/112), Ibnu ‘Ashim dalam as-Sunnah, (I/249).)

Termasuk Orang Bertakwa dan Melakukan Kebaikan

 

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam taman-taman surga dan di mata air-mata air, sambil mengambil apa yang diberikan oleh Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu (di dunia) adalah orang-orang yang berbuat kebaikan, (yakni) mereka sedikit sekali tidur di waktu malam, dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah).

(Adz-Dzariyat: 15-18)

Termasuk hamba Yang Banyak berbakti kepada ALLAH SWT

 

Semoga Allah menjadikan atas kamu shalatnya orang-orang yang banyak berbakti, mereka sholat di malam hari dan berpuasa di siang hari, mereka tidak mempunyai dosa dan tidak pula melakukan kejahatan.

(HR. Abd al-Humaid dan Abd-Dhiyaa’ al Maqdisi dan disahihkan oleh Syeikh al-Albani r.a – silsilah al-Ahadits ash-Shahiihah no:1810)

Mendapatkankan Pahala 10 Kali Lipat Nilainya

 

Dari Ya’la bin ‘Atha’ ia meriwayatkan dari bibinya Salma, bahwa ia berkata,

“‘Amr bin al-‘Ash berkata, ‘Wahai Salma, shalat satu raka’at di waktu malam sama dengan shalat sepuluh raka’at di waktu siang.

 

(Ibnu al-Khirath, 298).

Di Cintai Oleh ALLAH SWT dan Diangkat Ke Tempat Terpuji

 

“Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.”

(QS A1-Isra [17]: 79).

 

Diriwayatkan Abi Darda r.a, bahwa Rasulullah bersabda:

“Ada 3 macam manusia, Allah SWT mencintai mereka, tersenyum kepada mereka, dan merasa senang dengan mereka, yaitu salah satunya adalah orang yang memiliki istri cantik serta tempat tidur lembut dan bagus. Kemudian ia bangun malam (untuk sholat), lalu Allah SWT berkata: ‘Ia meninggalkan kesenangannya dan mengingat Aku. Seandainya ia berkehendak, maka ia akan tidur.”

(Riwayat Ath-Thabrani).

 

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash Radhiyallahu anhuma ia menuturkan, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Shalat yang paling dicintai Allah adalah shalat Nabi Dawud Alaihissallam dan puasa yang paling dicintai Allah juga puasa Nabi Dawud Alaihissallam. Beliau tidur setengah malam, bangun sepertiga malam dan tidur lagi seperenam malam serta berpuasa sehari dan berbuka sehari.”

( HR. Al-Bukhari no. 3420 dan Muslim hadits no. 1159).

Dilindungi dari Kejahatan Setan

 

Suatu hari pernah diceritakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang orang yang tidur semalam suntuk tanpa mengingat untuk sholat, maka beliau menyatakan: “Orang tersebut telah dikencingi setan di kedua telinganya

(Muttafaqun ‘alaih)

Setan mengikat pada tengkuk setiap orang diantara kalian dengan 3 ikatan (simpul) ketika kalian akan tidur. Setiap simpulnya ditiupkanlah bisikannya (kepada orang yang tidur itu): “Bagimu malam yang panjang, tidurlah dengan nyenyak.” Maka apabila (ternyata) ia bangun dan menyebut nama Allah Ta’ala (berdoa), maka terurailah (terlepas) satu simpul . Kemudian apabila ia berwudhu, terurailah satu simpul lagi Dan kemudian apabila ia sholat, terurailah simpul yang terakhir. Maka ia berpagi hari dalam keadaan segar dan bersih jiwanya. Jika tidak (yakni tidak bangun sholat dan ibadah di malam hari), maka ia berpagi hari dalam keadaan kotor jiwanya dan malas (beramal shalih)

(Muttafaqun ‘alaih)

Cara mendekatkan diri kepada ALLAH SWT

 

“Hendaklah kalian melaksanakan sholat malam karena sholat malam itu merupakan kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kalian, ibadah yang mendekatkan diri kepada Tuhan kalian, serta penutup kesalahan dan penghapus dosa.”

(HR. Tirmidzi, Al-Hakim, Baihaqi. Dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Irwaa Al Ghalil).

Mendapatkan kemuliaan

 

Jibril pernah berkata kepada Rasulullah Saw:

“Hai Muhammad, kemuliaan orang beriman ada dengan sholat malam. Dan kegagahan orang beriman adalah sikap mandiri dari bantuan orang lain”.

(Silsilah Al-Hadis Ash-Shahihah).

 

Dari Asma’ binti Yazid Radhiyallahu anha, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Bila Allah mengumpulkan semua manusia dari yang pertama hingga yang terakhir pada hari Kiamat kelak, maka datang sang penyeru lalu memanggil dengan suara yang terdengar oleh semua makhluk, ‘Hari ini semua yang berkumpul akan tahu siapa yang pantas mendapatkan kemuliaan!’ Kemudian penyeru itu kembali seraya berkata, ‘Hendaknya orang-orang yang ‘lambungnya jauh dari tempat tidur’ bangkit, lalu mereka bangkit, sedang jumlah mereka sedikit.”

(Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Ya’la dalam al-Musnadul Kabiir (IV/373) dari hadits Asma’ binti Yazid x. Juga diriwayatkan oleh al-Mundziri dalam at-Targhiib wat-Tarhiib, (I/215).)

 

Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu anhuma berkata,

“Kemulian seseorang terletak pada shalatnya di malam hari dan sikapnya menjauhi apa yang ada pada tangan orang lain.”

 

(Ibid hal. 63).

 

Wahab bin Munabih berkata,

“Shalat di waktu malam akan menjadikan orang yang rendah kedudukannya, mulia, dan orang yang hina, berwibawa. Sedangkan puasa di siang hari akan mengekang seseorang dari dorongan syahwatnya. Tidak ada istirahat bagi seorang mukmin tanpa masuk Surga.”

 

(Ibid, 299).

Dicatat Sebagai hamba yang rajin beribadah tidak Lalai

 

“Barang siapa mengerjakan sholat pada malam hari dengan membaca seratus ayat, maka ia tidak akan dicatat sebagai orang lalai. Dan apabila membaca dua ratus ayat, maka sungguh ia akan dicatat sebagai orang yang selalu taat dan ikhlas.”

(Al-Hakim dalam kitab Al-Mustadrak).

 

Dari Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallahu anhu ia menuturkan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa yang bangun di waktu malam dan ia pun membangunkan isterinya lalu mereka shalat bersama dua raka’at, maka keduanya akan dicatat termasuk kaum laki-laki dan wanita yang banyak berdzikir kepada Allah.”

(HR. Abu Dawud  no. 1451)

Dipermudah Di hari Kiamat nanti

 

Diriwayatkan Ibnu Abbas ra, beliau berkata:

“Barang siapa yang senang bila lamanya berdiri di hari kiamat diringankan oleh Allah, maka hendaklah ia memperlihatkan dirinya kepada Allah di malam hari dengan sujud dan berdiri mengingat hari akhir.”

(Ibnu Jarir Ath-Thabari, tafsir Ibnu Jarir).

Menjauhkan kita dari Perbuatan Dosa dan Jahat

 

“Mereka itu tidak sama, di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (shalat).”

[Ali ‘Imraan/3: 113]

 

Sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Umamah Al-Bahli ra, yang berbunyi:

“Hendakah kalian mengerjakan qiyaamullail, sesungguhnya ia adalah kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kalian, mendekati diri kepada Allah Ta’ala, mencegah perbuatan dosa, menghapus kejahatan dan menangkal penyakit dari badan.”

(Diriwayatkan At-Turmudzi, Al-Hakim)

Dari Anas Radhiyallahu anhu ia menuturkan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Allah telah menjadikan pada kalian shalat kaum yang baik; mereka shalat di waktu malam dan berpuasa di waktu siang. Mereka bukanlah para pelaku dosa dan orang-orang yang jahat.”

(HR. ‘Abd bin Humaid, (II/147) dan adh-Dhiya’ al-Maqdisi dalam al-Mukhtaarah, (V/74), Hadits ini dinilai shahih oleh al-Albani dalam Silsilatul Ahaadiits ash-Shahiihah (hadits no. 1810).

Termasuk Hamba ALLAH SWT yang beruntung

 

“(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah di waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (adzab) akhirat dan mengharapkan rahmat Rabb-nya?…”
[Az-Zumar/39: 9].
Thalhah bin Mashraf berkata,
“Aku mendengar bila seorang laki-laki bangun di waktu malam untuk melakukan shalat malam, Malaikat memanggilnya, ‘Berbahagialah engkau karena engkau telah menempuh jalan para ahli ibadah sebelummu.’”
Thalhah mengatakan lagi, “Malam itu pun berwasiat kepada malam setelahnya agar membangunkannya pada waktu di mana ia bangun.”

Thalhah mengatakan lagi, “Kebaikan turun dari atas langit ke pembelahan rambutnya dan ada penyeru yang berseru, ‘Seandainya seorang yang bermunajat tahu siapa yang ia seru, maka ia tidak akan berpaling (dari munajatnya).’”

 

(al-Aajuri dalam Fadhlu Qiyaamil Laili wat Tahajjud hal. 58).

Wajah tampak Bersinar Bercahaya dan Bersih

 

Hasan Al-Basri ra Pernah menjawab seputar pertanyaan “Mengapa orang yang bertahajud di waktu malam memiliki muka yang bagus?”, berikut jawaban beliau :

“Karena mereka menyendiri bersama Tuhan-nya pada malam hari, kemudian Allah memberikan kepada mereka sebagian dari cahaya-Nya.”

(Al-Maqrizi, Mukhtasar Qiyaamallail).

 

Terkait dengan ini pula, Imam Ibnul Qayyim pernah berkata:

“Sesungguhnya sholat malam itu dapat memberikan sinar yang tampak di wajah dan membaguskannya. Sebagian istri memperbanyak melaksanakan sholat malam. Ketika ditanyakan kepada mereka mengenai hal tersebut, mereka menjawab, ‘Sholat malam itu dapat membaguskan wajah dan kami senang bila wajah kami menjadi lebih bagus”.

 

Syuraik berkata,

“Barangsiapa yang banyak shalatnya di malam hari, maka wajahnya akan tampak indah di siang hari.”

 

(al-Kaamil karya Ibnu ‘Adi, (II/526))

 

Yazid ar-Riqasyi berkata,

“Shalat malam akan menjadi cahaya bagi seorang mukmin pada hari Kiamat kelak dan cahaya itu akan berjalan dari depan dan belakangnya. Sedangkan puasa seorang hamba akan menjauhkannya dari panasnya Neraka Sa’ir.”

 

(as-Shalaatu wat Tahajjud hal. 298).

Jaminan Masuk Surga

 

“Wahai manusia, sebarkanlah salam, beri makanlah, sambung tali kasih, sholat malamlah saat orang pada terlelap, maka masuklah surga dengan selamat”.

(HR. Al-Hakim, Ibnu Majah, At-Tirmidzi).

Dilindungi dari Api Neraka

 

Ibnu Umar r.a pernah meriwayatkan bahwa pada masa Rasulullah SAW,

ketika seseorang bermimpi, ia akan menceritakan mimpi tersebut ke Rasulullah SAW. Aku pun berharap mendapat mimpi yang dapat kuceritakan kepada Rasulullah SAW. Dia berkata:

“Aku adalah seorang anak muda perjaka. Aku tidur di masjid pada Rasululullah Saw, maka aku bermimpi seakan-akan dua malaikat mengambilku dan membawaku ke neraka, ternyata ia adalah bangunan seperti bangunan sumur.

Ia memiliki dua palang seperti palang sumur. Di dalamnya terdapat manusia yang telah aku kenal. Maka aku mulai mengucapkan, ‘Aku berlindung dengan nama Allah dari neraka’. Kemudian seorang malaikat menemui keduanya, maka dia berkata kepadaku, ‘Janganlah takut!’

(Mimpi ini) aku ceritakan kepada Hafshah, maka Hafshah menceritakannya kepada Rasulullah dan beliau bersabda, “Sebaik-baik lelaki adalah Abdullah, andaikata dia mengerjakan sholat pada waktu malam.”

Salim berkata, ‘setelah itu Abdullah tidak tidur pada malam hari kecuali hanya sebentar.”

(HR Bukhari dan Muslim).