jurnal khusus


Kenapa Harus Membuat Jurnal Khusus?

Bagi perusahan besar dimana transaksi yang terjadi berulang ulang , pemakaian satu jurnal tidaklah praktis daan tidak efisien.

Maka perlu dipakai jurnal bentuk lain yaitu Jurnal Khusus (Spesial Journal).

Dengan jurnal khusus dapat diadakan pembagian tugas, misalnya pencatatan pembelian dilakukan oleh satu orang pencatatan penjuaalan dilakukan oleh satu orang, begitu juga pencatatan penerimaan atau pengeluaran uang tunai.

Di samping itu pada  jurnal khusus dapat disediakan kolom untuk rekening-rekening yang perubahannya berulang-ulang , sehingga pencatatannya cukup dengan menuliskan jumlah (angka) pada kolom rekening yang sesuai.

Maka dengan dipakainya jurnal khusus akan tercapai efisiensi dan pencatatannya lebih praktis.

Baca juga : Cara Mencatat transaksi ke dalam Jurnal Umum Akuntansi

Apa saja jenis jenis Jurnal Khusus AKuntansi?

Setiap perusahaan secara bebas dapat menemukan jurnal khusus yaang akan dipergunakan.

Untuk menentukan jurnal khusus yaang akan dipakai, terlebih dahulu perusahaan mengadakan inventarisasi jenis transaksi yaang terjadinya berulang-ulang.

Jenis-jenis jurnal khusus yang dapat dipergunakan antara lain :

  1. Jurnal pembelian (Purchase Journal).
  2. Jurnal Pengeluaran kas (Cash disbursement journal)
  3. Jurnal penjualan ( Sales journal )
  4. Jurnal penerimaan kas ( Cas Receipt Journal )
  5. Jurnal umum ( General journal )

Jika sering teradi penerimaan kembali barang yang di jual dan penerimaan kembali barang yang dibeli , dapat disediakan jurnal retur penjualan dan jurnal retur pembelian.

Cara Mencatat Transaksi ke Jurnal Khusus Pembelian

Jurnal pembelian dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi pembelian secara kredit.

Pemakaian jurnal ini bertujuan untuk menyederhanakan pencatatan dalam jurnal dan memudahkan posting ( pembukuan ) kedalam rekening-rekening buku besar .

Pencatatan dalam jurnal khusus pembelian dilakukan secara harian atas semua transaksi pembelian kredit, sesuai dengan tanggal teradinya transaksi, sedangkan posting kedalam rekening-rekening buku besar dilakukan secara komulatif pada akhir bulan.

Perusahaan dapat menyediakan jurnal pembelian untuk mencatat pembelian barang dagangan secara kredit saja, dapat pula menyediakan jurnal pembelian untuk mencatat semua pembelian kredit baik untuk barang dagangan maupun yang lain-lain.

Jika jurnal pembelian hanya digunakan untuk mencatat pembelian barang dagangan secara kredit dapat berbentuk sebagai berikut:

Keterangan;

  1. Kolom tanggal untuk mencatat tanggal terjadinya transaksi pembelian.
  2. Untuk mencatat nomor faktur atas pembelian barang dagangan.
  3. Tempat mencatat nama dan alamat kreditur, darimana perusahaan membeli barang dagangan tersebut.
  4. Untuk mencatat syarat pembayaran sebagaimana tercatum dalam faktur, misalnya 2/10,n/30
  5. Tempat memberi tanda ( v ) setelah jumlah tersebut dipindahkan kerekening-rekening buku besar pembantu yang sesuai.
  6. Tempat mencatat jumlah rupiah sesuai dengan yang tercatat dalam faktur.

Jika jurnal pembelian digunakan untuk mencatat semua pembelian secara kredit, baik untuk barang dagangan maupun lain-lain,maka disediakan kolom untuk rekening-rekening yang sering berulang terjadi, sedangkan untuk rekening yang jarang terjadi disediakan kolom serba-serbi, sehingga bentuknya dapat sebagai berikut:

jurnal khusus pembelian

Keterangan :

Jika terjadi pembelian barang yang kolomnya sudah tersedia maka pencatatannya dilakukan sebagai berikut :

–         Mencatat tanggal kejadian, nomor faktur dan syarat pembayaran pada kolom yang tersedia.

–         Mencatat nama dan alamat kreditur pada kolom keterangan.

–         Mencatat jumlah rupiah pada sisi debet di kolom rekening yang sesuai dan pada sisi kredit pada kolom utang dagang.

Jika terjadi pembelian barang secara kredit sedangkan kolomnya tidak tersedia secara khusus, maka nama rekening dan jumlahnya dicatat pada kolom serba-serbi, dan selanjutnya jumlahnya dicatat pula pada sisi kolom utang dagang.

Contoh transaksi yang dicatat ke jurnal khusus Pembelian :

Perusahaan dagang Nurani dalam bulan maret 1991 mencatat transaksi-transaksi berikut, yang berhubungan dengan pembelian secara kredit :

2 Maret            Dibeli barang dagang dari pt. Agung dengan harga Rp. 750.000,00 syarat pembayaran 2/10, n/30.

9 Maret            Dibeli secara kredit dari toko merapi, perlengkapan toko seharga Rp. 125.000,00.

12 Maret          Dibeli dari PD. Rinjani barang dagang seharga Rp. 1.500.000,00 syarat pembayaran 2/10, n/60.

15 Maret          Dibeli barang dagang dari toko Muria dengan syarat pembayaran 1/10, n/30 seharga Rp. 900.000,00.

18 Maret          dibeli secara kredit dari toko Bromo perlengkapan toko seharga Rp. 250.000,00.

25 Maret          Dibeli peralatan untuk kantor dengan harga Rp. 750.000,00.

Jika jurnal pembelian berfungsi untuk mencatat pembelian barang dagang secara kredit saja, maka transaksi-transaksi diatas dicatat sebagai berikut :

jurnal khusus

Jika jurnal pembelian dipakai untuk mencatat pembelian secara kredit, baik untuk barang dagang maupun lain-lain, maka pencatatannya sebagai berikut :

jurnal khusus

Cara Mencatat Transaksi ke Jurnal Khusus Pengeluaran Kas

Jurnal pengeluaran kas dipergunakan untuk mencatat semua transaksi pengeluaran atau pembayaran dengan uang tunai.

Jurnal pengeluaran kas dapat berbentuk sebagai berikut :

jurnal khusus

Penjelasan:

Transaksi yang kolomnya sudah tersedia, pencatatannya dilakukan sebagai berikut:

  1. Mencatat tanggal,nomor bukti, pada kolom yang tersedia.
  2. Mencatat nama dan alamat debitur atau keterangan lain yang bersangkutan dengan transaksi, pada kolom keterangan.
  3. Mencatat jumlah disisi debet pada kolom rekening yang sesuai dan sisi kredit kolom kas.

Transaksi yang kolomnya tidak tersedia, pencatatannya dilakukan seperti diatas, namun untuk nama rekening dan jumlahnya dicatat pada kolom serba-serbi.

Kolom kas untuk mencatat jumlah uang yang dibayarkan sedangkan kolom potongan pembelian untuk mencatat jumlah potongan atas pembayaran utang karena melunasi dalam masa potongan.

Baca juga : Contoh Cara Mencatat Transaksi ke Jurnal Umum

Contoh mencatat transaksi ke dalam jurnal khusus pengeluaran kas:

Perusahaan dagang Nurani dalam bulan Maret 1991 mencatat transaksi-transaksi yang berhubungan dengan pengeluaran kas sebagai berikut:

1 Maret            Dibeli tunai barang dagang dari toko Ciliwung seharga Rp.  650.000,00.

4 Maret            Dibeli dari toko Cisadane mesin tik untuk kantor dengan harga Rp.  475.000,00.

5 Maret            Dibayar utang kepada toko Merpati sebesar Rp.  250.000,00.

7 Maret            Dibeli tunai barang dagang dari toko citarum dengan

Harga………………………………….          Rp.  500.000,00

Rabat 10%…………………………….          Rp.    50.000,00 –

Dibayar per kas                                                Rp. 450.000,00

11 Maret          Dibayar utang kepada PT. Agung sebesar Rp.  720.000,00 dengan memperoleh potongan tunai 2%.

13 Maret          Dibeli kertas tik, karbon, clip secara tunai dengan harga Rp.  125.000,00.

20 Maret          Dibayar lunas faktur toko Muria tanggal 15 Maret yang lalu sebesar Rp.  900.000,00 dengan potongan tunai 1%.

30 Maret          Dibayar gaji kariyawan Rp.  500.000,00.

Pencatatannya dalam jurnal pengeluaran kas adalah sebagai berikut:

jurnal khusus

Cara Mencatat Transaksi ke Jurnal Khusus Penjualan

Jurnal penjualan dipergunakan untuk mencatat penjualan barang dagang secara kredit.

Jurnal penjualan dapat berbentuk sebagai berikut:

jurnal pembelian

Keterangan:

  1. Tempat mencatat tanggal terjadinya transaksi.
  2. Tempat mencatat nomor faktur.
  3. Diisi dengan nama debitur beserta alamatnya.
  4. Tenpat mencatat syarat pembayaran, misalnya 2/10, n/30.
  5. Untuk memberi tanda (v) jika jumlah tersebut sudah dipindahkan kebuku besar pembantu piutang.
  6. Untuk mencatat jumlah sesuai dengan yang terdapat pada faktur.

Contoh mencatat transaksi ke dalam jurnal khusus penjualan:

Perusahaan dagang Nurani dalam bulan Maret 1991 mencatat transaksi-transaksi    penjualan    barang dagang secara kredit sebagai berikut:

5 Maret         Dijual kepada toko Sumba barang  dagang dengan harga Rp. 650.000,00 syarat pembayaran 2/10, n/30 No. Faktur 021.

8 Maret         Faktur No. 013 dikirimkan kepada toko Melati atas penjualan barang seharga Rp. 800.000,00 syarat pembayaran 1/10,n/60.

21 Maret       Dijual kepada toko Sawu barang dagang dengan harga Rp. 1.200.000,00 syarat pembayaran 3/10, n/30 No. Faktur 014.

28 Maret       Dijual kepada toko Mawar barang dagang seharga Rp. 600.000,00 syarat pembayaran 2/10, n/30. No. Faktur 015.

Pencatatannya dalam jurnal penjualan:

Cara Mencatat Transaksi ke Jurnal Khusus Penerimaan Kas

Jurnal penerimaan kas dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi penerimaan uang tunai.

Kolom-kolom dalam jurnal penerimaan dalm kas disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan .

Jurnal penerimaan kas dapat berbentuk sebagai berikut:

jurnal khusus

Penjelasan:

Transaksi yang kolom rekeningnya sudah tersedia, dicatat tanggal kejadianya pada kolom tanggal , nama dibetur atau keterangan lain pada kolom keterangan, sedangkan jumlahnya dicatat di sisi debit pada kolom kas, dan sisi kredit pada kolom yang sesuai.

Transaksi yang kolom rekeningnya tidak tersedia, jumlahnya dicatat pada kolom kas disisi debet dan nama rekening serta jumlahnya dicatat pada kolom serba-serbi.

Kolom kas untuk mencatat uang yang diterima, sedangkan kolom potongan penjualan untuk mencatat jumlah potongan yang diberikan karena pelunasan piutang dalam masa potongan.

Setiap transaksi paling sedikit dicatat dalm dua kolom, yaitu satu kali di sisi debet dan satu lagi disisi kredit.

Contoh mencatat transaksi ke dalam jurnal khusus Penerimaan Kas:

Perusahaan dagang Nurani dalam bulan Maret 1991 mencatat transaksi-transaksi yang berhubungan dengan penerimaan kas sebagai berikut:

6   Maret       Dijual tunai kepada toko Toba barang dagang dengan harga Rp. 475.000,00.

8   Maret       Diterima dari toko Mawar sebesar Rp. 350.000,00.

14 Maret       Diterima dari toko Sumba pelunasan faktur tanggal 5 Maret sebesar Rp. 625.000,00 dengan potongan tunai 2%.

16 Maret       Dijual barang dagang secara tunai kepada toko Tondano seharga Rp. 250.000,00.

19 Maret       Diterima dari toko Melati pelunasan faktur tanggal 8 Maret 1991 sebesar Rp. 800.000,00 .

21 Maret       Diterima uang sewa sebagian ruangan sebesar Rp. 250.000,00.

22 Maret       Diterima dari toko Sawu Rp. 625.000,00 sebagai pelunasan utangnya.

26 Maret       Dipinjam uang dari BNI 1946 uang sebesar Rp. 2.000.000,00.

Pencatatan dalam jurnal penerimaan kas adalah sebagai berikut:

jurnal penerimaan kas

Cara Mencatat Transaksi ke Jurnal Khusus Retur Pembelian dan Penjualan

jurnal retur pembelian dan jurnal retur penjualan,yaitu jika dalam periode akuntansi yang berjalan terdapat banyak transaksi pembelian yang dikembalikan ataupun penjualan yang dikembalikan.

Contoh bentuk jurnal retur pembelian dan jurnal retur penjualan:

jurnal retur

Pada akhir bulan jumlah jurnal retur penjualan dibukukan pada jurnal penjualan retur debit,dan rekening piutang dagang di sisi kredit.

Jurnal retur pembelian pada akhir bulan dibukukan pada rekening utang  dagang di sisi debit dan rekening retur pembelian di sisi kredit.