Home Bisnis Peluang Usaha Warteg Kekinian dengan Omset Menggiurkan

Peluang Usaha Warteg Kekinian dengan Omset Menggiurkan

(Last Updated On: February 10, 2019)

Peluang Usaha Warteg Kekinian dengan Omset Menggiurkan – Bisnis kuliner tidak ada matinya. Selain makanan tradisional khas Indonesia, banyak sekali pelaku usaha yang menawarkan berbagai makanan ala negara lain.Mulai dari chinese food, makanan Jepang, sajian Korea, hingga makanan ala benua Eropa semuanya ada.

Namun, di tengah serbuan makanan asing, cita rasa lokal sulit dihapuskan dari lidah orang Indonesia. Contohnya menu warteg yang selalu ramai pelanggan.

Apa itu warteg dan asal mulanya?

Warteg atau warung tegal merupakan warung makan yang menjajakan masakan rumahan dengan harga terjangkau. Kamu akan menemukan warteg dengan mudah di daerah perkantoran, sekitar kampus kampus, maupun di daerah kos kosan anak anak perkantoran dan mahasiswa.

Mengapa mereka membuka warung makan tersebut di daerah daerah para pekerja atau pelajar? Kalau dinalar sangat mudah. Mahasiswa dan orang kantoran yang notabene ngekos dan tidak masak sendiri cenderung mencari makan di tempat luar. Nah apakah mereka mencari makan di restoran atau rumah makan terus? Jawabannya jelas tidak. Untuk menghemat pengeluaran, mereka mencari makanan yang higienis dan harganya terjangkau. Warteg ini merupakan salah satunya, warteg yang menjajakan masakan rumahan ini pas banget untuk anak kosan.

warung tegal atau biasa disebut warteg merupakan warung makan yang kebanyakan dikelola oleh orang Tegal. Pada awalnya dikelola oleh orang orang dari dua desa Kabupaten Tegal dan satu desa di Kota Tegal antara lain masyarakat Sidapurna, Sidakaton, dan Krandon.

Kapan Warteg Mulai Menyebar di Indonesia?

Diperkirakan warteg muncul sekitar tahun 1960-an. Kemunculannya bebarengan dengan pembangunan infrastruktur Ibu Kota yang berjalan pesat setelah 20 tahun kemerdekaan Indonesia.

Kala itu Presiden Soekarno memang berupaya mempercepat pembangunan Ibu Kota. Momen ini lalu dimanfaatkan oleh warga Tegal untuk mengadu nasib di Jakarta yang saat itu kebanyakan bekerja sebagai buruh bangunan di lokasi proyek. Usaha buka warteg ini biasanya dilakukan para istri mereka.

Seiring waktu, karena kepopulerannya, dibangunlah warung-warung kecil dengan ukuran 3×3 dengan menu ponggong di sekitar lokasi proyek pembangunan. Namun ternyata kuliner ini juga disukai warga Jakarta, baik dari segi rasa dan harga. Akhirnya merambahlah warteg ke pemukiman di awal tahun 1990-an dengan menu yang lebih beragam, tak hanya nasi tahu tempe saja.

Kesuksesannya ini akhirnya dijadikan batu loncatan masyarakat Tegal untuk terus mengembangkan bisnis kuliner ini. Tak ayal jika Warteg pun bisa kita temui di berbagai pelosok Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke.

Siapa sosok Yang paling berjasa dalam perkembangan Warteg

Sosok yang dianggap paling berjasa dalam perkembangan dan asal muasal Warteg adalah Mbah Bergas. Ia adalah orang yang pertama kali mengajak orang Tegal merantau ke Jakarta.

Mbah Bergas orang yang pertama kali mengajak orang Tegal terutama warga Desa Sidakaton dan Desa Sidapurna merantau ke ibu kota. Saat itu, merantau untuk mencari pekerjaan yang layak dan menghasilkan rezeki untuk memenuhi kehidupan keluarganya di rumah. Dalam perantauan itu, banyak warga yang menjadi pekerja buruh bangunan dan di sanalah kemunculan warteg atau penjual ponggol yang mulai berkembang

BACA JUGA:  LANGKAH MEMBUKA BISNIS USAHA PENJUALAN PULSA

Kini, untuk memberikan penghotmatan kepada sesepuh yang turut andil dalam perkembangan warteg di Ibu Kota, warga menamai sebuah tempat pemakaman dengan nama ‘Mbah Bergas’.

Bagaimana Omset Dari Warteg apakah Menjanjikan untuk dijadikan Peluang Bisnis

Bagi orang orang yang sungguh sungguh mengelolanya memang sangat menjanjikan. Kabarnya mereka yang mengelola warteg warteg di luar kota memiliki rumah megah di kota asalnya. omset yang bisa didapat dari usaha warteg adalah sehari bisa mendapat 1 juta rupiah.

Tidak kalah dengan waralaba internasional seperti KFC dan McD, warteg ada juga yang punya franchise atau cabang dimana-mana

Peluang pengunjung yang datang ke Warteg bisa sampai sekitar 70 sampai 100 orang. Itu belum termasuk konsumen katering yang bisa mencapai 50 porsi sehari. Usaha warteg bisa memberikan keuntungan bersih minimal 50%.

Apa Menu utama dari Warteg?

Untuk menunya, biasanya sama antara warteg satu dengan warteg lainnya. Intinya ada sego bumbon, sambal tempe dan tahu, sayur bening, ikan laut, telur dadar dan daging

Siapa calon konsumen yang bisa menjadi sasaran warteg?

Sasaran konsumennya memang rakyat menengah ke bawah. Variasi menu rumahan yang dijual di warteg sangat cocok untuk kantong pekerja, buruh,mahasiswa yang homesick di akhir bulan

Warteg yang bersih dan enak dipandang tidak hanya mampu menyasar mereka dari kalangan menengah ke bawah, para pegawai kantoran pun bisa menjadi target yang potensial.

Dimana Tempat yang cocok berjualan Warteg?

Untuk bisa memulai usaha warteg, pemilihan lokasi memainkan peranan sangat penting. Karena itu, carilah tempat-tempat yang dekat dengan keramaian, semisal perkantoran, sekolah, rumahsakit, dan pusat perbelanjaan. Untuk ukuran tempat,tidak ada standar khusus, minimal bisa menampung 10–15 orang,

Kiat Kiat dalam membuka usaha Warteg

  • Modal awal yang mencukupi.
  • Lakukan analisis pesaing di bidang yang sama.
  • Tetapkan sasaran pembeli.
  • Tetapkan biaya-biaya, misalnya biaya tenaga kerja, peralatan, listrik, air bersih, transportasi, dan biaya lainnya.
  • Pemilik warteg  harus berani berinvestasi lebih di tempat. Pilih tempat yang strategis. Lebih tepat berada di pinggir jalan, agar mudah dijangkau oleh pelanggan.
  •  ciptakan  suasana  warung  makan  senyaman mungkin bagi  konsumen
  • Mengetahui daftar belanja dan bahan baku.
  • Mengolah bahan baku yang segar-segar tanpa menggunakan pengawet dan penyedap rasa sehingga makanan  lebih sehat apalagi jika bisa menyediakan nasi merah untuk menyasar konsumen yang gemar diet
  • Siapkan menu makanan bervariasi dengan harga yang murah.
  • Lakukan pengorganisasian usaha yang jelas.
  • Mengurus izin usaha dari RT/RW serta keamanan setempat.
  • Persiapkan mental dengan mantap,
  • hilangkan keraguan dan ketakutan.
  •  Bersikaplah  ramah  kepada  para konsumen,  karena  cara  tersebut  sangat  penting  untuk  meningkatkan loyalitas  konsumen

Peluang Usaha Warteg Kekinian

Tak mau ketinggalan zaman, beberapa warteg melek teknologi. Mulai dari buka 24 jam hingga gratis internetan

Berikut tips menjadikan Warteg Modern kekinian

  • Memakai pendingin ruangan,
  • menyediakan layanan wifi,
  • desain bangunan instagramable,
  • sentuhan interior dan perlengkapan masak modern
  • pelayanan mirip dengan restoran,
  • beri layanan gratis seperti minuman cuma-cuma: infused water, air putih, serta teh tawar.
  • makanan bisa dibeli melalui aplikasi makanan daring
  • kebersihan dan keseragaman rasa harus tetap terjaga

Apa tantangan dalam berbisnis warteg?

Tapi, menjalani bisnis ini, butuh kerja keras dan semangat. Sebab, segalanya harus dipersiapkan sejak pagi buta. Ya, pengusaha warteg harus menyiapkan menu makanannya yang beraneka ragam. Dimulai dari belanja bahan makanan sejak pukul 2 dini hari, lalu mengolahnya menjadi aneka menu.

BACA JUGA:  Langkah Langkah Membangun Bisnis Usaha Fotocopy dan Printing

Bahan bakunya yang tidak bertahan lama. Untuk mengatasinya, sajikan menu yang harganya murah dan pasti laku seperti oseng-oseng, telur dadar olahan, atau aneka masakan ikan. Biasanya harga sepiring nasi dan sayur sudah berada dalam satu paket

Tak hanya itu, rasa dari tiap menu yang akan disajikan juga tentu harus lezat. Ditambah lagi, kualitas rasa dan kebersihannya harus terjamin. Jika syarat ini tak terpenuhi, warteg bisa tersingkir

Banyaknya pesaing di sekitar warung yang menjalankan bisnis sama, terutama di daerah yang ramai bisnis kos-kosan. Sebab pasar paling  potensial  dari  bisnis  warung  makan,  adalah  anak  kost.

Kendala lain  yang sering  dihadapi yaitu kadang konsumen mulai  bosan  dengan  menu  yang  sama  saja  setiap  harinya,  oleh karena  itu  tingkatkan  kreatifitas  kita  untuk  menciptakan  menu baru.  Agar konsumen tidak merasa bosan dengan menu-menu yang ditawarkan.

Bagaimana cara Promosi Usaha warteg saat soft launching?

Kita bisa mempromosikan Warteg dengan menggunakan spanduk bertuliskan nama warung dan menu makanan  yang  ditawarkan,  atau  Kita  juga  bisa  menempelkan tulisan  tersebut  di  etalase  warung  makan.  Sehingga  konsumen mengetahui  keberadaan  warteg,  dan  tertarik  untuk  mampir makan.

Promosi paling manjur tercipta dari mulut ke mulut. Untuk hari pertama, kita bisa memberikan bonus istimewa. kita bisa menggratiskan semua makanan pada hari pertama pembukaan warung. Namun di batasi untuk 20 orang pengunjung pertama.

Promosi  mulut kemulut ini  akan  lebih  efektif  bila  yang menyebarkan informasi adalah orang yang sudah pernah makan di warung kita.  Oleh  sebab  itu,  buatlah  masakan  seenak  mungkin, berikan  pelayanan  yang  terbaik,  tawarkan  harga  yang  bersaing,  serta jaga  kebersihan  dan  kenyamanan  warung  makan  kita.  Dengan begitu konsumen juga tidak akan ragu, merekomendasikan warung makan  tersebut  kepada  para  teman  dan  kerabat  mereka.Untuk ke depannya,

Dapat juga Memanfaatkan cuitan pelanggan di Twitter atau unduhan foto di Instagram serta Facebook sudah cukup untuk mempromosikan warteg yang akan dibuka

Untuk mempertahankan pelanggan, kita bisa menyebarkan brosur yang menarik calon pelanggan. Jangan lupa cantumkan menu makanan dengan harga yang miring. Buat kalimat semenarik mungkin seperti,”Makan kenyang cukup Rp 5rb”.

Agar lebih ramai, kita bisa menyebar undangan pada para mahasiswa, tukang becak, sopir angkot, atau orang-orang yang lewat sekitar situ. Dijamin, bila mereka cocok dengan masakan kita, mereka akan kembali.

kita juga bisa menjangkau pasar yang lebih  luas  dengan menerima pesanan nasi kotak atau nasi bungkus untuk  acara-acara  tertentu.  Tentu  ini  akan  memberikan  tambahan penghasilan  yang  cukup  menguntungkan  bagi  kita,  dan  secara tidak  langsung  menjadi  cara  jitu  untuk  mempromosikan  usaha.

Bagaimana Sistem Pengelolaan Warteg?

Sistem pengelolaannya pun cukup unik. Setiap 3 hingga 4 bulan warung tegal dikelola secara bergantian. Biasanya yang mengelola ini masih satu keluarga. Nah semisal begini, di suatu kota terdapat keluarga dari Tegal yang membuka usaha warteg, nah usaha warteg ini tersebar di beberapa titik. Setiap titik ini akan berganti pengelolanya setiap 3 bulan sekali.

Berapa modal untuk membuka usaha warteg?

 

  • Modal awal, peralatan makan seperti piring, sendok, garpu dan gelas Rp. 200rb,
  • Peralatan masak seperti wajang, panci dan pisau Rp 300rb,
  • kompor gas Rp 115rb,
  • property seperti meja makan, kursi plastik dan etalase Rp 2jt,
  • bahan baku masakan Rp 300rb.
  • Total modal awal sebesar Rp 2.915.000.
  • Pengeluaran sebulan, asumsi pendapatan harian Rp 10rb x 30 porsi = Rp 300rb x 30 hari = Rp 9jt.
  • Keuntungan perbulan, Rp 9jt – Rp 3.300.000 = Rp 5.700.000.
  • Balik modal Rp 2.915.000 : Rp 5.700.000 = < 1 bulan.
BACA JUGA:  3 Peluang Bisnis Everlasting Yang Tetap Menjanjikan

Bagaimana sistem kemitraan warteg dan berapa biaya investasinya?\Peluang Usaha Warteg Kekinian dengan Omset Menggiurkan

Paket kemitraan Warteg berkisar Rp 5,5 juta. Investasi itu mencakup peralatan lengkap penyajian makanan.

Investasi peralatan tersebut di antaranya etalase, centong takar, piring, gelas, serta sendok biasa disiapkan buat 100 konsumen

Diluar investasi itu, mitra masih perlu menyiapkan lokasi dan karyawan. Selain itu, mitra masih perlu order untuk pasokan makanan per harinya. Minimal order menu yang bisa dipilih mitra biasanya sebesar Rp 250.000

Pemesanan makanan dapat dilakukan mitra satu hari sebelum makanan disiapkan. Pada hari H mitra dapat menjemput pesanan ke warteg pusat pada waktu subuh atau pagi hari

Dari penjualan makanan ala warteg ini, mitra bisa mendapat keuntungan 50%-60% dari harga beli.

Berdasarkan perhitungan Martin, mitra diharapkan dapat jual 60-65 porsi per hari. Dengan demikian, mitra bisa meraup omzet Rp 900.000-Rp 1 juta per hari. Mitra diharapkan balik modal dalam 2,5 bulan.

\Peluang Usaha Warteg Kekinian dengan Omset Menggiurkan

Contoh kisah sukses Membuka Warteg Kekinian

Berawal dari sering makan di warteg (warung tegal), Rommy Tjandra (35) mendirikan warteg kekinian yang diberi nama Wahteg. Melihat peluang usaha yang dirintis sejak November 2018 itu besar, ia berencana mengepakkan sayap bisnis ke kota-kota besar lainnya di Tanah Air.

Rommy direktur sebuah restoran Jepang di Indonesia. Setelah bekerja sekian tahun, ia akhirnya memutuskan mengundurkan diri untuk merealisasikan mimpinya berbisnis kuliner.

“Ada yang bilang saya ini bodoh. Tapi saya senang mencari tantangan dan ingin dikenal menjadi pelopor,” kata Rommy saat ditemui Bintang di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat, pekan lalu.

Tidak lama, Rommy mendatangi beberapa warteg di Jakarta. Ia tidak hanya mencicipi hidangan di sana melainkan melihat cara pelayanan, bentuk bangunan hingga menu-menu andalan yang disajikan. Selain di Jakarta, ia beberapa kali menyambangi Kota Tegal, Jawa Tengah, untuk melakukan survei.

“Di Tegal namanya warung makan bukan warteg. Sama dengan di Jakarta, saya mencari tahu menu-menu andalan warung makan di Tegal. Banyak menu baru yang enggak dijual di warteg Jakarta. Lalu kenapa bangunan warteg didominasi warna hijau? Warna hijau itu melambangkan kemakmuran dan rezeki yang lancar,” terang Rommy.

Mendapat gambaran soal warteg, ia mulai merealisasikan keinginannya untuk berbisnis kuliner hingga tercetus nama Wahteg.

“Wahteg itu seperti pelesetan warteg yang wah karena memakai pendingin ruangan, menyediakan layanan wifi, desain bangunan instagramable, pelayanan mirip dengan restoran, dan makanan bisa dibeli melalui aplikasi makanan daring,” jelas Rommy.

Nilai-nilai budaya warteg tradisional yang sudah melekat di masyarakat ditegaskan Rommy tetap ada di wahteg. Mulai dari bangunan berwarna hijau, memiliki 2 buah pintu di bagian depan, hingga bahan-bahan makanan yang langsung dikirim dari Tegal.

“Untuk harga makanan cukup terjangkau meskipun fasilitas yang kami berikan lebih baik dibandingkan warteg,” tegas Rommy.

sumber: https://www.tabloidbintang.com/berita/sosok/read/122652/rommy-tjandra-lepas-direktur-restoran-jepang-untuk-bisnis-warteg-kekinian

Catatan Terkait Lainnya