Pengertian, Manfaat, Jenis Jenis dan Bentuk Aset dalam Akuntansi

Pengertian, Manfaat, Jenis Jenis dan Bentuk Aset dalam Akuntansi – Aset adalah segala kekayaan yang dimiliki oleh suatu perusahaan, yang dimaksud dengan kekayaan ini adalah sumber daya yang dapat berupa benda atau hak yang dikuasai dan yang sebelumnya diperoleh oleh perusahaan melalui transaksi atau kejadian/kegiatan masa lalu.

Untuk dapat diakui sebegai aktiva, kekayaan atau sumber daya tersebut harus bisa diukur menggunakan satuan mata uang, bisa rupiah, dollar, atau mata uang lainnya tergantung dengan situasi dan kondisi yang menyertai. Ambil contoh, misalnya aktiva yang berupa persediaan, maka persediaan tersebut harus bisa dinilai berapa rupiah nilainya, Bukan jumlah kuantitas, bukan berapa beratnya, tapi berapa rupiah.

Kepemilikan aset tidak hanya mengenai aset aset yang ber-hak milik saja.Tetapi bisa juga hak hak yang lain misalnya hak sewa, hak guna bangunan, hak tagih, hak pakai maupun yang lainnya.

Perbedaan hak kepemilikan tersebut nantinya akan mempengaruhi jenis item dan penggolongan aktiva didalam laporan keuangan.Contoh aktiva misalnya uang tunai (kas), tanah, bangunan, peralatan, perlengkapan, sewa dibayar dimuka, hak paten dan lainnya.

Pengertian Aset Menurut Para AhliPengertian,-Manfaat,-Jenis-Jenis-dan-Bentuk-Aset-dalam-Akuntansi-compressor

Menurut Al Haryono Jusup (2012:28)

Aktiva adalah sumber-sumber ekonomi yang dimiliki perusahaan yang biasa dinyatakan dalam satuan uang.

Menurut Soemarso S.R (2013:44)

Aktiva adalah bentuk kekayaan yang dimiliki perusahaan dan merupakan sumber daya (resources) bagi perusahaan untuk melakukan usaha. Sumber pembelanjaan menunjukkan siapa yang membelanjakan kekayaan, maka aktiva harus selalu sama dengan sumber pembelanjaannya. Pihak yang menyediakan sumber pembelanjaan mempuyai hak klaim terhadap aktiva perusahaan

Menurut Pernyataan Standar Akuntansi  Keuangan (PSAK) No.16 (2015)

Aset  tetap  adalah  aset  berwujud  yang  penggunaanya lebih dari satu periode (satu tahun) dan dimiliki oleh perusahaan untuk digunakan dalam proses produksi atau penyediaan barang dan jasa, untuk disewakan kepada pihak lain atau untuk tujuan administratif

Menurut IAI No. 16  (2012:16)

Aktiva (asset) tetap adalah aset berwujud yang dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa, untuk direntalkan kepada pihak lain, atau tujuan administratif dan diharapkan untuk digunakan selama lebih dari satu periode .

Menurut Juan (2012:340)

Aktiva tetap merupakan bagian dari neraca yang dilaporkan oleh manajemen dalam setiap periode atau setiap tahun, aset tetap merupakan aset berwujud yang dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa untuk direntalkan kepada pihak lain, atau untuk tujuan administrative, dan diharapkan untuk digunakan selama lebih dari satu periode

Menurut Rudianto, (2012:256)

Aset tetap adalah barang berwujud milik perusahaan yang sifatnya relatif permanen dan digunakan dalam kegiatan normal perusahaan, bukan untuk diperjualbelikan.

Menurut Kartikahadi dan Rosita (2012:316)

Aset tetap adalah aset berwujud yang dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa, untuk disewakan kepada pihak lain, atau untuk tujuan administratif; dan diharapkan untuk digunakan selama lebih dari satu periode.

Menurut PSAP (No. 7 Paragraf 23-24)

Barang berwujud yang memenuhi kualifikasi untuk diakui sebagai suatu aset dan dikelompokkan sebagai aset tetap, pada awalnya harus diukur berdasarkan biaya perolehan. Bila aset tetap diperoleh dengan tenpa nilai, biaya aset tersebut adalah sebesar nilai wajar pada saat aset tersebut diperoleh.

Menurut Dwi Martani, dkk (2012:271)

Aset tetap adalah aset yang dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa, untuk direntalkan kepada pihak lain, atau untuk tujuan administratif; dan diharapkan untuk digunakan selama lebih dari satu periode.
Dari pengertian-pengerian tersebut dapat disimpulkan lebih rinci bahwa aset tetap (plant assets) adalah sumber daya yang memiliki tiga karakteristik: memiliki bentuk fisik (bentuk dan ukuran yang jelas), digunakan dalam kegiatan operasional, dan tidak untuk dijual ke konsumen.
Aset ini biasa dinamakan dengan properti, pabrik, dan peralatan (property, plant, and equipment), atau aset tetap (fixed assets). Aset dalam kelompok ini diharapkan dapat memberikan manfaat lebih dari satu tahun bagi perusahaan. Kecuali tanah, aset tetap memiliki nilai yang semakin menurun seiring dengan masa manfaatnya.
Perusahaan memiliki kepentingan untuk selalu menjaga aset tetapnya dalam kondisi yang baik, mengganti bagian yang rusak atau aset yang telah usang, dan mengembangkan sumber daya yang produktif sesuai kebutuhan perusahaan.
Aktiva (asset) tetap merupakan aktiva operasional yang digunakan oleh setiap perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasionalnya yang menjadi hak milik perusahaan dan dipergunakan secara terus-menerus dalam kegiatan normal perusahaan untuk menghasilkan barang maupun jasa.
Pada umumnya didalam sebuah perusahaan menggunakan aktiva tetap dalam menjalankan aktivitas operasionalnya, sehingga dengan menggunakan aktiva tetap kinerja perusahaan akan dapat berjalan sesuai dengan tujuannya. Setiap perusahaan akan memiliki aset yang berbeda-beda antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Bahkan perusahaan yang bergerak dibidang usaha yang sama, belum tentu memiliki aset tetap yang sama.
Suatu aset tetap mungkin diterima pemerintah sebagai hadiah atau donasi. Sebagai contoh, tanah mungkin dihadiahkan ke pemerintah daerah oleh pengembang (developer) dengan tanpa nilai yang memungkinkan pemerintah daerah untuk membangun tempat parkir, jalan, ataupun untuk tempat pejalan kaki.
Suatu aset juga mungkin diperoleh tanpa nilai melalui pelaksanaan wewenang yang dimiliki pemerintah. Sebagai contoh, dikarenakan wewenang dan peraturan yang ada, pemerintah daerah melakukan penyitaan atas sebidang tanah dan bangunan yang kemudian akan digunakan sebagai tempat operasi pemerintahan. Untuk kedua hal di atas aset tetap yang diperoleh harus dinilai berdasarkan nilai wajar pada saat aset tersebut diperoleh (Erlina Rasdianto, 2013:215).
Untuk keperluan penyusunan neraca awal suatu entitas, biaya perolehan aset tetap yang digunakan adalah nilai wajar pada saat neraca awal tersebut disusun. Untuk periode selanjutnya setelah tanggal neraca awal, atas perolehan aset tetap baru, suatu entitas menggunakan biaya perolehan atau harga wajar bila biaya perolehan tidak ada.

Bagaimana Urutan Pencatatan aset di neraca?

Sistem pengurutan Aset harus berdasar pada seberapa cepat perubahannya dikonversi menjadi satuan uang kas. Misalnya gedung dan uang tunai, diurutkan uang tunai (kas) dulu baru kemudian gedung dan aset tentunya harus bisa di ukur berdasarkan satu satuan uang tunai. Misalnya katakanlah Rp 40 juta atau Rp 100 juta dinyatakan dalam satuan “Rp” bukan 40 kg atau 100 kg ataupun km.

Apa Manfaat Aset Bagi Perusahaan?

Aset bermanfaat secara langsung ataupun tak langsung, Sifatnya produktif dan masuk dalam bagian operasi perusahaan dan juga memiliki kemampuan dalam mengurangi pengeluaran kas.

BACA JUGA:  Contoh, Kegunaan, Bentuk dan Pengertian Buku Besar Akuntansi

Aktiva memiliki potensi manfaat di masa yang akan datang, potensi manfaat tersebut bisa dalam bentuk hal hal yang produktif yang bisa menghasilkan kas atau setara kas.

Manfaat yang lain dari aktiva adalah aset sebagai penghasil barang dan jasa, dapat ditukar dengan aktiva lain, melunasi kewajiban (hutang).

Bagaimana cara Perusahaan Memperoleh aset?

Ada beberapa cara untuk memperoleh Aset

  • Aktiva bisa diperolah dengan cara diproduksi atau dibangun sendiri,
  • Bisa didapat dengan dibeli
  • Pertukaran aset maupun sumbangan dari pihak lain.

Kapan dan Bagaimana Perusahaan harus mengakui Aset?

Perusahaan harus segera mengakui setiap aktiva yang dimiliki dan mengelompokkannya  sebagai aktiva tetap, apabila aktiva yang dimaksud memenuhi pengertian dan memiliki sifat-sifat sebagai aktiva tetap. Mengenai pengakuan aktiva tetap ini, Ikatan Akuntan Indonesia memberikan pernyataan dalam PSAK Nomor 16 paragraf 06, yaitu: (Ikatan Akuntan Indonesia, op.cit., No 16 paragraf 6)

BACA JUGA:  Pengertian Manajemen Dalam Islam Dan Penerapannya

Suatu benda berwujud harus diakui sebagai suatu aktiva dan dikelompokkan sebagai aktiva tetap apabila:

  • Besar kemungkinan bahwa manfaat keekonomisan di masa yang akan datang yang berkaitan dengan aktiva tersebut akan mengalir dalam perusahaan; untuk dapat menilai apakah manfaat keekonomisan di masa yang akan datang  tersebut akan mengalir ke dalam perusahaan maka harus di nilai tingkat kepastian terjadinya aliran manfaat keekonomisan tersebut, yang juga memerlukan suatu kepastian bahwa perusahaan akan menerima imbalan dan menerima resiko terkait.
  • Biaya perolehan aktiva dapat di ukur secara handal; sedangkan kriteria kedua  mengarah kepada bukti-bukti yang diperlukan untuk mendukungnya.
Dalam kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan ditekankan pula masalah pengendalian manfaat yang diharapkan dari suatu aktiva. Agar aktiva yang digunakan dapat memberikan manfaat yang optimal terhadap kegiatan operasi perusahaan.Dengan demikian satu hal yang penting yang berkaitan pula dengan pengakuan suatu aktiva adalah perusahaan memiliki kendali atas manfaat yang diharapkan dari aktiva tersebut.

Apa saja Jenis Jenis Aktiva?

Aktiva dalam akuntansi singkatnya dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian:

  • Aset lancar,
  • Aset tidak lancar .

Aktiva Lancar (Current Assets)

Aktiva ini biasanya digunakan dan bermanfaat dalam waktu yang relatif singkat, tidak lebih dari satu tahun buku dan bisa dikonversikan ke bentuk uang kas.

Aktiva ini bukan berarti hanya bermanfaat dalam satu tahun saja, tapi karena perputaran yang sangat cepat maka aktiva yang sebelumnya mudah sekali untuk habis, dan akan tergantikan dengan aktiva lainnya, begitu seterusnya hingga pada akhir tahun harus ada tutup buku.

Contoh yang termasuk dalam aktiva lancar diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Kas
  • Investasi jangka pendek
  • Piutang usaha
  • Wesel tagih
  • Penghasilan yang masih akan diterima
  • Persediaan
  • Perlengkapan ditangan
  • Beban dibayar di muka
  • Dan lain-lain yang serupa

Aktiva tidak lancar

Aktiva ini merupakan aktiva dengan siklus dan masa manfaat yang cukup lama, yang pasti lebih dari satu tahun. Aktiva ini terbagi menjadi tiga, yaitu aktiva tetap, aktiva tidak berwujud, dan investasi jangka panjang.

Aktiva Tetap (Fixed Assets)

Aktiva tetap merupakan sumberdaya/kekayaan harga yang dimiliki suatu entitas bisnis yang sifatnya permanen dan bisa diukur dengan jelas. Aktiva tetap digunakan dan bermanfaat dalam waktu yang relatif lama, lebih dari satu tahun buku.

Tujuan aktiva tetap diperoleh perusahaan adalah untuk digunakan sendiri dan tidak dijual. Kecuali ada hal hal atau kondisi khusus yang mengharuskan perusahaan menjual aktiva tetapnya seperti dinilai kurang bermanfaat, habis manfaatnya, perlu diganti, rusak, dan sebagainya. Contoh aktiva yang termasuk dalam aktiva tetap adalah sebagai berikut:

  • Tanah
  • Bangunan
  • Mesin
  • Kendaraan
  • Peralatan
  • Dan sebagainya

Aktiva Tak Berwujud (Iintangible Assets)

Sesuai namanya, wujud aktiva ini tak tampak, tidak bisa disimpan, dipegang bentuknya namun bisa dirasakan manfaatnya. Aset tidak berwujud ini bisa merupakan hak hak perusahaan yang kepemilikannya diatur dan dilindungi oleh peraturan perundang undangan.

Contoh aktiva tak berwujud adalah sebagai berikut:

  • Hak paten
  • Hak cipta
  • Hak guna bangunan
  • Hak sewa
  • Goodwill
  • Dan lain-lain

Investasi jangka panjang

Aktiva ini meliputi semua investasi jangka panjang yang sebelumnya atau sekarang telah dilakukan oleh perusahaan. Misalnya perusahaan A berinvestasi di perusahaan B, maka nantinya perusahaan A harus mencatat aktivanya yang berupa investasi di dalam neraca.

Penggolongan Aset Tetap lanjutan

Aktiva tetap dikelompokkan karena memiliki sifat yang berbeda dengan aktiva lainnya. Kriteria aktiva tetap terdiri dari berbagai jenis barang maka dilakukan penggelompokkan lebih lanjut atas aktiva-aktiva tersebut.

Pengelompokkan itu tergantung pada kebijaksanaan akuntansi perusahaan masing-masing karena umumnya semakin banyak aktiva tetap yang dimiliki oleh perusahaan maka semakin banyak pula kelompoknya.

Aktiva tetap yang dimiliki perusahaan terdiri dari berbagai jenis dan bentuk, tergantung pada sifat dan bidang usaha yang diterjuni perusahaan tersebut. Aktiva tetap sering merupakan suatu bagian utama dari aktiva perusahaan, karenanya signifikan dalam penyajian posisi keuangan. Nilai yang relatif  besar serta jenis dan bentuk yang beragam dari aktiva tetap menyebabkan peusahaan harus hati-hati dalam menggolongkannya.

BACA JUGA:  Tahapan Proses Siklus Akuntansi Yang Penting Untuk di Pahami

Penggolongan Aset untuk Tujuan Akuntansi

Dari macam-macam aktiva tetap, untuk tujuan akuntansi dilakukan penggolongan sebagai berikut:

  • Aktiva tetap yang umumnya tidak terbatas seperti tanah untuk letak perusahaan, pertanian dan peternakan.
  • Aktiva tetap yang umumnya terbatas dan apabila sudah habis masa penggunaannya  dapat diganti dengan aktiva yang sejenis, misalnya bangunan, mesin, alat-alat, mebel dan lain-lain.
  • Aktiva tetap yang umumnya terbatas dan apabila sudah habis masa penggunaannya tidak dapat diganti dengan aktiva yang sejenis, misalnya sumber-sumber alam seperti hasil tambang dan lain-lain.
Menurut Sofyan Safri H aktiva tetap dapat dikelompokkan dalam berbagai sudut antara lain:(Sofyan safri H, op.cit., Hal 22)

Pengolongan Aset Tetap dilihat dari Sudut Subtansi

Sudut substansi, aktiva tetap dapat dibagi:

  1. Tangible Assets atau aktiva berwujud seperti lahan, mesin, gedung, dan peralatan.
  2. Intangible Assets atau aktiva yang tidak berwujud seperti Goodwill, Patent, Copyright, Hak Cipta, Franchise dan lain-lain.

Pengolongan Aset Tetap dilihat dari Sudut disusutkan atau tidak

Sudut disusutkan atau tidak:
  1. Depreciated Plant Assets yaitu aktiva tetap yang disusutkan seperti Building (Bangunan), Equipment (Peralatan), Machinary (Mesin), Inventaris,  Jalan dan lain-lain.
  2. Undepreciated Plant Assets yaitu aktiva yang tidak dapat disusutkan, seperti land (Tanah).

Pengolongan Aset Berdasarkan jenisnya

Berdasarkan Jenis
Aktiva tetap berdasarkan jenis dapat dibagi sebagai berikut:
  1. Lahan – Lahan adalah bidang tanah terhampar baik yang merupakan tempat bangunan maupun yang masih kosong. Dalam akuntansi apabila ada lahan yang didirikan bangunan diatasnya harus dipisahkan pencatatan dari lahan itu sendiri.
  2. Bangunan gedung – Gedung adalah bangunan yang berdiri di atas bumi ini baik di atas lahan/air. Pencatatannya harus terpisah dari lahan yang menjadi lokasi gedung.
  3. Mesin – Mesin termasuk peralatan-peralatan yang menjadi bagian dari mesin yang bersangkutan.
  4. Kendaraan – Semua jenis kendaraan seperti alat pengangkut, truk, grader, traktor, forklift, mobil, kendaraan bermotor dan lain-lain.
  5. Perabot – Dalam jenis ini termasuk perabotan kantor, perabot laboratorium, perabot pabrik yang merupakan isi dari suatu bangunan
  6. Inventaris – Peralatan yang dianggap merupakan alat-alat besar yang digunakan dalam perusahaan seperti inventaris kantor, inventaris pabrik, inventaris laboratorium, inventaris gudang dan lain-lain.
  7. Prasarana – Prasarana merupakan kebiasaan bahwa perusahaan membuat klasifikasi khusus prasarana seperti: jalan, jembatan, roil, pagar dan lain-lain.

 

Bentuk Aktiva Dalam Neraca

AKTIVA
Aktiva Lancar
Kas XXX
Piutang usaha XXX
Wesel tagih XXX
Persediaan XXX
dll
Aktiva Tak Lancar
Investasi Jangka Panjang
Investasi dalam PT. ABC XXX
Investasi dalam PT. DEF XXX
Investasi dalam PT. XYZ XXX
dll
Aktiva Tetap
Tanah XXX
Bangunan XXX
Mesin XXX
dll
Aktiva Tak Berwujud
Hak paten XXX
Hak guna XXX
Goodwill XXX
dll

Cari Catatan Disini

Best Deal

Catatan Terbaru Lainnya:

Originally posted 2019-03-20 04:35:22.

Zach Allen Jersey 
Easton Stick Jersey