Pengertian, Fungsi, Reaksi Pimary Reformer dan Secondary Reformer

Pengertian, Fungsi, Reaksi Pimary Reformer dan Secondary Reformer – Primary Reformer (Furnace) atau bisa disebut juga di dunia pendidikan kita dengan istilah dapur api.  Bila dipabrik pupuk Primary Reformer tempat saya bekerja dulu berada di unit Ammonia plant.Pengertian,-Fungsi,-Reaksi-Pimary-Reformer-dan-Secondary-Reformer-compressor

Apa Fungsi dari Primary Reformer?

Fungsi dari Primary Reformer adalah  untuk pemrosesan/mereaksikan gas bumi (CH4) dengan steam (H2O) guna mendapatkan gas H2 (Hidrogen), yang mana gas H2 merupakan salah satu komponen dalam pemrosesan di sintesa ammonia.

Dua Section Primary Reformer

Primary Reformer terdiri dari dua section :

  1. Radiant section, terdiri dari Tube Katalis yang berjumlah ratusan buah, di Pabrik 1A Tube Katalis berjumlah 240 buah yang terbagi dalam dua sisi/cell burner, dengan masing-masing sisi/cell terdiri dari 7 (tujuh) row/tingkat. Setiap Row terdiri dari = 25 burner. Jumlah burner keseleluruhan = 4 x 7 row x 25 burner = 700 burner.
  2. Convection Section
BACA JUGA:  Alur Kerja Teknik Inspeksi saat Kondisi Pabrik onstream dan offstream

Di dalam ruangan Convection Section terdiri dari coil-coil/pipa preheater yang memanfaatkan hembusan  panas yang keluar dari radiant section yang dihisap oleh ID Fan .

Reaksi Yang Terjadi Di Primary Reformer

Adapun reaksi-reaksi yang terjadi di Primary Reformer :
CH4         +       H2O    ↔      CO       +              3H2              (Endotermis)
CO          +       H2O    ↔      CO2    +       H2                (Eksotermis)
Sedangkan reaksi yang harus dihindari, yaitu reaksi deposit karbon
2 CO       ↔      C        +       O2
CO          +       H2           ↔      C        +       H2O

Beberapa Type design Primary Reformer

Primary-Reformer-Design-Foster-Wheeler-compressor

design-kellog-compressor

design-topsoe-compressor

Beberapa Type design Pig tail Primary Reformer

C:\Users\zeeunmer\Downloads\design foster.pngdesign-top-soe-compressor

Apa yang dimaksud dengan Secondary Reformer?

Secondary Reformer berisi katalis Nikel yang berfungsi untuk mengubah sisa-sisa metana dari Primary Reformer menjadi CO dan CO2, serta untuk mendapatkan Ndengan memasukkan udara dari Kompressor Udara (K-0421).

Sebelum dimasukkan ke Secondary Reformer, terlebih dahulu dipanaskan melalui seksi konveksi hingga mencapai temperature 550oC.

Reaksi Apa saja yang terjadi di Secondary Reformer?

Di sini terjadi dua reaksi yaitu di bagian atas dan bawah reaktor:

Bagian Atas

Reaksi yang terjadi antara hidrogen dengan oksigen dari udara.Reaksi ini berifat eksotermis sehingga menghasilkan panas yang tinggi.Udara yang sebagian besar terdiri dari O2 dan Ndimasukkan dari bagian atas kemudian bereaksi dengan gas hidrogen (suhu 812oC) yang berasal dari Primary Reformer. Oksigen akan bereaksi secara spontan dengan hidrogen. Gas N2 lalu diperoleh sebagai salah satu bahan baku di amoniak converter karena tidak bereaksi dengan H2.

BACA JUGA:  Pengertian Fungsi, Jenis, dan Cara Kerja Valve di Industri

Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut :

2H2 + O2   →             2H2O            (Eksotermis)

CH+ 2O2 →      CO+ H2O     (Eksotermis)

2CO + O2 →      2CO2                    (Eksotermis)

Bagian Bawah

Reaksi yang terjadi hampir sama dengan yang terjadi di Primary Reformer, yang membedakan adalah panas yang digunakan untuk bereaksi diperoleh dari panas reaksi  di bagian atas. Reaksi :

CH4 + H2O → CO + 3H2 (Endotermis)

Vessel ini dilapisi dengan refractorylined dan jacket water (hanya bersifat emergency) yang berguna untuk mengisolasi panas yang dihasilkan dari reaksi.Gas keluar dari Secondary Reformer pada suhu sekitar 966oC dengan maksimal 1010oC untuk menghindari adanya deaktivasi katalis karena sintering atau peleburan penyangga katalis akibat panas yang berlebihan.

Pada saluran udara masuk di bagian atas Secondary Reformerdilengkapi distributor agar pencampuran udara dengan gas dari Primary Reformer dapat terjadi sebaik mungkin untuk menghindarkan terjadinya panas yang berlebihan di titik-titik tertentu di dalam reaktor.

Dengan demikian diharapkan O2 habis bereaksi dengan gas keluaran Primary Reformer agar tidak kontak dengan katalis yang dalam kondisi tereduksi. Apabila terjadi kontak tersebut, katalis akan teroksidasi dan membebaskan panas yang cukup besar hingga mencapai titik lebur katalis . Reaksi yang terjadi :

2Ni          +       O2      →      2NiO   +       Panas

BACA JUGA:  Standar Code yang digunakan Oleh Inspector Pabrik

Cari Catatan Disini

Best Deal

Catatan Terbaru Lainnya

Originally posted 2019-03-14 20:53:49.