Home Bisnis Forex Bagaimana Menjadi Trader Profesional dan Jenis Jenis Trading Forex

Bagaimana Menjadi Trader Profesional dan Jenis Jenis Trading Forex

(Last Updated On: February 9, 2019)

Bagaimana Menjadi Trader Profesional dan Jenis Jenis Trading Forex – Seorang trader Forex profesional adalah seseorang yang menggunakan pergerakan harga di pasar mata uang asing untuk mendapatkan keuntungan. Tujuan dari setiap trader Forex adalah untuk memenangkan sebanyak mungkin trading dan juga untuk memaksimalkan trading yang sedang profit tersebut. Seorang trader Forex profesional menggunakan grafik harga untuk menganalisis dan memperdagangkan pasar. Dengan pengalamannya seorang trader profesional dapat memanfaatkan peluang mereka untuk berhasil trading pergerakan harga dari titik A ke titik B.

Trading forex bukanlah skema ‘cepat kaya’ dan ternyata lebih sulit menghasilkan uang di Forex daripada yang digembor gemborkan selama ini. Untuk dapat trading yang menguntungkan, kita tidak hanya dituntut harus selalu menang, tetapi kita juga harus berani meg-cut loss kekalahan kita sekecil mungkin, sehingga total keuntungan yang kita dapat lebih besar dari pada kerugian yang terjadi. kekalahan pada trading jangan lah dihindari tapi haruslah menjadi sebuah pembelajaran sehingga kita harus belajar bagaimana kalah yang benar itu, kalah yang benar itu adalah resiko yang kita terima untuk kalah haruslah lebih kecil dari pada ekpektasi kemenangan kita. kesimpulannya adalah selalu tentukan resiko kekalahan anda terlebih dahulu, apakah satu dolar, sepuluh dollar atau seratus dollar selama resiko kekalahan tersebut bisa anda terima dan tidak mengganggu tidur anda di malam hari jika terjadi kekalahan dan mengalami loss sebesar resiko yang sudah anda tentukan.

Secara garis besar ada 3 macam trader forex profesional yaitu yang murni hanya menggunakan teknik analisa pada chart dan pergerakan harga market, ada yang murni hanya menggunakan analisis fundamental, dan ada trader yang menggabungkan teknik analisis dengan analisis fundamental

Seorang trader Forex profesional memahami bahwa membaca grafik pergerakan harga adalah seni dan keterampilan, dan olehkarena itu, mereka tidak mencoba memekanisasi atau mengotomatiskan proses perdagangan karena setiap momen di pasar forex adalah unik, sehingga diperlukan strategi trading yang fleksibel dan dinamis untuk trading di market dengan batas probabilitas kemenangan yang tinggi.

Bagaimana sebenarnya trader profesional melakukan trading di forex?

  • Trader profesional tidak memerlukan banyak waktu untuk analisa pasar.

Disadari atau tidak, banyak diantara kita yang telah meluangkan waktu lebih banyak dari para trader profesional untuk menghimpun data dari berbagai sumber berita. Trader profesional juga melakukan itu, tetapi hanya pada waktu-waktu tertentu saja. Yang penting bagi mereka adalah sinyal untuk trading, yang berarti layak atau tidaknya untuk membuka sebuah posisi, menutup posisi, atau menambah posisi baru pada kondisi pasar pada saat itu.

  • Profesional selalu trading berdasarkan apa yang mereka lihat, bukan pada apa yang mereka kira akan terjadi.

Dengan kata lain mereka trading dengan obyektif. Banyak trader yang tergoda untuk memperkirakan apa yang bakal terjadi di pasar setelah membaca dan menganalisa perkembangan sebuah berita ekonomi. Hal ini sering membuat trader merasa sangat optimis dan melakukan pelanggaran pada strategi managemen resiko dengan misalnya melipat gandakan ukuran lot trading, atau menambah posisi baru hingga over-trading.

  • Sebaliknya, trader profesional mengetahui bahwa mereka tidak akan pernah tahu dengan pasti kemana arah gerak pasar, sejelas apapun petunjuk dari berita ekonomi.

Dalam hal ini tentu mereka belajar dari pengalaman, oleh sebab itu mereka sangat patuh pada managemen resiko yang telah disepakati. Semua berita selalu dikombinasikan dengan sinyal trading yang layak. Mereka tidak memaksakan diri atau memasang target untuk ‘harus masuk pasar’. Trader profesional tahu dengan pasti apa yang mereka inginkan dari pasar, dan hanya akan trading jika pasar telah memberinya peluang.

  • Trader profesional tidak terlalu bergantung pada indikator teknikal.

Menurut penuturan seorang trader profesional, pertama kali yang mereka lihat dalam chart trading adalah membaca pergerakan harga seperti apa adanya, dengan hanya menandai level-level support dan resistance. Kemampuan untuk membaca pergerakan harga secara ‘telanjang’ (naked price), tanpa indikator, adalah juga sebuah analisa teknikal. Tentu saja mereka tidak mengabaikan indikator teknikal sama sekali, tetapi mereka menggunakannya sesuai dengan kebutuhan dengan proporsional.

  • Biasanya indikator yang sering digunakan adalah moving average sebagai level support dinamis atau resistance dinamis.

Mereka tidak terlalu bergantung pada indikator teknikal untuk mendapatkan ‘holy grail’atau kombinasi beberapa indikator yang selalu digunakan dalam sistem tradingnya dan diharapkan selalu benar. Mereka tahu bahwa sebagian besar indikator teknikal terbentuk setelah terjadinya pergerakan harga (bersifat lagging). Holy grail mereka adalah pada risk/reward ratio.

  • Trader profesional tidak bergantung pada software trading dan robot.

Pada kenyataannya, pergerakan pasar sangat dinamis dan kecil kemungkinannya untuk mengulangi keadaan yang sama berkali-kali. Pada suatu keadaan tertentu bisa saja program tersebut bekerja sesuai harapan, tetapi tidak menjamin akan selalu bekerja dengan baik pada pergerakan pasar yang cenderung acak (random) dan sarat dengan pengaruh emosional para pelakunya. Bagi trader profesional, untuk memprediksi pergerakan harga pasar yang dinamis dan cenderung acak nalar yang obyektif adalah sarana trading yang terbaik.

  • Trader profesional tidak terlalu fokus pada faktor fundamental.

Faktor fundamental sudah barang tentu tidak bisa diabaikan dalam, bahkan bisa dikatakan sebagai penggerak utama pasar. Trader profesional menggunakan analisa fundamental sebagai konfirmasi dari apa yang dilihatnya dalam chart trading. Mereka tahu bahwa pengaruh faktor fundamental pada pergerakan harga tidak selalu pasti. Banyak faktor-faktor lainnya yang mempengaruhi pasar. Rilis data GDP yang meningkat misalnya, tidak begitu saja membuat mata uang suatu negara langsung menguat, masih banyak faktor lain yang mempengaruhi termasuk emosi para pelaku pasar.

  • Trader profesional selalu realistis. Anda tidak akan pernah menjadi trader profesional jika Anda tidak realistis dalam trading.

Realistis dalam trading maksudnya menerapkan managemen resiko yang proporsional pada balance account Anda. Jika modal Anda $10,000, apakah Anda akan mempertaruhkan seluruhnya (100%) hanya dalam sekali trade?, atau mengambil resiko 30% per trade? atau 5%? Tentu yang tahu Anda sendiri. Jika dana tersebut bukan dana yang menganggur (disposable income) Anda tentu akan sangat berhati-hati dalam menentukan resiko.

  • Trader profesional biasanya juga menggunakan sistem portofolio berdasarkan diversifikasi instrument trading pada jenis pasar yang berbeda.

Khusus di pasar forex, diversifikasi bisa dilakukan dengan tidak hanya trading pada satu pasangan mata uang saja untuk mengurangi kemungkinan resiko. Diversifikasi adalah salah satu cara yang realistis dalam trading.

  • Trader profesional bekerja menurut rencana trading dan disiplin.

Anda mesti mempunyai rencana trading yang jelas dan dilakukan dengan disiplin agar mencapai hasil yang maksimum dalam trading. Rencana trading yang jelas juga akan mengurangi pengaruh emosi ketika trading. Selain itu Anda juga mesti membuat jurnal trading sebagai umpan balik (feedback) yang mengevaluasi semua hasil trading. Tanpa evaluasi Anda tidak tahu tingkat kemajuan yang telah dicapai.

  • Trader profesional tidak akan pernah sekalipun melibatkan emosinya saat memasuki pasar.

Mereka telah mampu mengendalikan diri dengan cukup baik. Sangat disiplin dalam mengikuti rencana trading yang dibuat dengan tidak pernah melakukan intervensi sekalipun pada posisi yang sudah dibuka. Level stop loss dan target profit benar-benar diterapkan sesuai dengan strategi dan money management yang sebelumnya sudah dirancang. Sebagian besar tradingnya dilakukan dengan teknik manual dan jarang menggunakan robot ataupun software trading yang sifatnya otomatis.

  • Trader profesional seringkali menahan posisinya untuk periode jangka waktu yang relatif lama dengan memakai teknik memaksimalkan profit semisal averaging ataupun pyramiding.

Mereka tidak membuka posisi bila memang tidak muncul sinyal yang cukup valid untuk melakukan entry.Karena trading pada time frame tinggi (daily ataupun weekly), maka frekuensi sesi trading-nya akan relatif kecil. Mereka lebih mengutamakan kualitas ketimbang kuantitas trading. Selain itu, trader profesional akan selalu mengambil waktu untuk bersantai dan menjauh dari pasar terlepas dari apakah saat itu ia sedang berada dalam posisi memperoleh profit ataupun mengalami loss. Jadi, tidak sepanjang waktu dapat memonitor pasar.

Beberapa jenis trading yang dikenal didunia forex

Trading otomatis atau robot trading

Expert Advisor (EA) atau dikalangan para trader di Indonesia lebih dikenal sebagai robot trading, adalah sebuah program yang anda pasang di platform trading anda yang akan secara otomatis mengikuti perintah dari trader ketika sejumlah kriteria sudah terpenuhi.

Ada trader menyebut program ini sebagai automated trading karena anda tidak perlu membuat order secara manual. EA akan secara otomatis membuat order beli/jual apabila kriteria yang anda tentukan terpenuhi. Dengan menggunakan robot trading, anda tidak perlu mengawasi pergerakan harga secara seksama dari waktu ke waktu dan bisa lebih banyak meluangkan waktu untuk hal lainnya.

Ada sejumlah trader forex yang memanfaatkan robot trading karena kemudahan yang dimilikinya. Jika anda tertarik untuk menggunakan robot trading, pastikan sebelumnya anda sudah mengetahui apa saja kelebihan dan kekurangan dari trading menggunakan robot. Berikut masing-masing kelebihan dan kekurangannya:

Kelebihan Robot Trading :

  • Melakukan banyak instruksi dalam satu waktu
    Manusia biasa tidak akan mungkin bisa mengawasi lima hingga sepuluh grafik dalam satu waktu serta mengambil keputusan untuk jual atau beli dengan tepat sekaligus. Namun tidak demikian halnya dengan robot trading. Dengan memasukkan parameter yang tepat di program robot trading anda, ketika sejumlah kondisi yang anda syaratkan terpenuhi, robot trading bisa mengeksekusi beberapa order sekaligus dalam satu waktu.
  • Kebal terhadap faktor emosi
    Seberapa sering anda menggeser posisi take profit dikarenakan rasa serakah atau stop loss karena takut uang anda ludes? Mungkin bisa dibilang cukup sering. Inilah yang dinamakan faktor emosi yang memengaruhi trading anda. Robot trading tidak akan melakukan hal sedemikian rupa karena program ini tak memiliki emosi sama sekali. Banyak trader yang terkendala faktor emosi ini akhirnya menggunakan robot di saat ia trading.
  • Berjalan sepanjang waktu
    Bila anda trading secara manual, pastinya ada kalanya anda butuh istirahat sejenak dari layar komputer anda. Hampir tidak ada manusia normal yang kuat berjam-jam menatap monitor tanpa henti. Namun dengan bantuan robot trading, ada tidak perlu khawatir melewatkan momen trading yang menguntungkan karena robot trading akan mengawasi pergerakan harga tanpa henti, tanpa kenal lelah.
  • Fitur terus diperbaharui dari waktu ke waktu
    Bila anda menggunakan robot trading yang memiliki fitur auto-update, maka ketika ada fitur terbaru yang dirilis oleh sang pengembang, anda akan langsung turut mendapatkan fitur tersebut di platform trading anda dan bisa langsung digunakan di trading berikutnya. Canggih bukan?
BACA JUGA:  Panduan Lengkap Memulai Trading Forex Online

Kekurangan Robot Trading :

Namun dibalik semua keunggulannya, robot trading juga memiliki beberapa kelemahan yang perlu anda perhatikan sebelum anda menggunakannya, beberapa di antaranya:

  • Ada biaya tambahan
    Memang ada robot trading/EA yang bisa anda download secara gratis di internet. Namun biasanya, robot trading gratisan fitur dan kinerjanya tidak sebagus dengan robot trading yang harus anda beli terlebih dahulu sebelum bisa digunakan. Belum lagi jika anda menggunakan fasilitas VPS (Virtual Private Server) yang mana juga layanannya berbayar. Semakin banyaklah uang yang harus anda keluarkan.
  • Tidak cocok untuk pasar yang trending
    Kebanyakan robot trading hanya cocok digunakan saat kondisi pasar sedang ranging atau sideways. Hal ini dikarenakan robot trading didesain memiliki analogi “berpikir” yang linear, dalam artian tidak cocok saat kondisi pasar sedang trending. Pergerakan harga yang sangat fluktuatif serta sulit diprediksi membuat trader menghindari menggunakan robot trading di saat seperti ini.
  • Harus punya skill trading yang baik
    Siapa yang bilang kalau robot trading cocok untuk para pemula? Dalam kenyataannya, robot trading justru banyak digunakan oleh para trader yang sudah berpengalaman. Saat pasar tiba-tiba trending, andalah orang yang pertama kali harus menyadari hal tersebut lalu kemudian mengambil alih kemudi trading dari robot. Karena jika tidak demikian halnya, bukan untung yang anda raih, justru modal anda akan ludes tanpa disadari.
  • Tak semua broker mengijinkan penggunaan robot
    Sayangnya, tidak semua broker membolehkan anda untuk menggunakan robot trading. Dikarenakan EA memiliki kemampuan untuk mengeksekusi puluhan hingga ratusan order dalam satu waktu, maka hal ini bisa membebani server. Bayangkan bila ada banyak trader yang menggunakan robot di saat yang sama. Oleh karena itulah beberapa broker melarang penggunaan robot untuk sejumlah akun/pair tertentu.

Discretionary Trader

Discretionary Trader menggunakan sebuah metode entry dan exit yang bergantung pada kriteria yang cenderung subyektif. Sebagai contoh, trader yang mendasarkan keputusannya pada analisa fundamental bisa dikatakan seorang discretionary trader. Seorang technicalist (chartist) yang melakukan analisa langsung sebelum entry atau exit juga termasuk discretionary trader. Misalkan Anda trading dengan menggunakan indikator CCI dengan strategi entry buy saat level CCI dibawah -100. Meskipun Anda telah merencanakan kapan akan entry atau exit, interpretasi Anda mengenai trend atau bahkan cara membaca indikator CCI adalah sangat subyektif.

Interpretasi trend dan timing untuk entry maupun exit antara trader bisa berbeda. Meski mungkin memiliki aturan entry dan exit yang sama, namun belum tentu trader akan entry atau exit pada level yang sama pula.

Keuntungan menjadi discretionary trader adalah Anda bisa merasakan suasana pergerakan harga pasar secara real time. Meskipun harga mungkin bergerak pada satu arah tertentu, Anda akan bisa merasakan gejala akan terjadinya pembalikan arah baik melalui sinyal divergensi indikator ataupun pola candlestick. Oleh karenanya discretionary trader cenderung bisa bereaksi dengan cepat untuk segera menyesuaikan dengan kondisi pasar.

Hal yang kurang menguntungkan adalah bila perkiraan Anda ternyata meleset dan pergerakan harga tidak seperti yang Anda inginkan. Kejadian tersebut sering kali bisa memicu emosi sekalipun Anda telah berusaha mengendalikannya, karena Anda memang terlibat langsung dalam ritme trading secara real time.

Teknikal analisis trading

Teknikal analisi adalah cara menganalisa pergerakan harga  di market menggunakan perangkat statistik seperti grafik dan rumus matematis. Tujuan belajar analisa teknikal yaitu agar trader dapat menilai kondisi pasar saat ini berdasarkan histori harga di masa lampau, sekaligus memberikan gambaran atau prediksi tentang pergerakan pasar di masa depan.

para trader akan menganalisa fluktuasi harga dalam rentang waktu tertentu. Dari pergerakan harga tersebut trader mengamati pola-pola tertentu yang dapat dipakai sebagai dasar untuk melakukan pembelian atau penjualan.

Dahulu, trader melakukan perhitungan yang mengkombinasikan grafik (chart) dan rumus matematis secara manual, tetapi kini analisa teknikal bisa dilakukan dengan lebih mudah. Umumnya, platform trading online telah dilengkapi dengan fitur untuk menampilkan pergerakan harga dalam berbagai jenis grafik, sekaligus bermacam-macam indikator teknikal sebagai alat bantu analisa.

3 dasar dalam melakukan teknikal analisis

1. Market action discounts everything
Salah satu keuntungan dalam menggunakan analisis teknikal adalah bahwa pergerakan harga (price action) cenderung mencerminkan informasi yang beredar di pasar. Apakah itu rumor atau sentimen. Dengan demikian, maka hal yang Anda butuhkan untuk mengambil keputusan adalah apa yang Anda bisa lihat dari pergerakan harga itu sendiri. Anda tidak perlu dipusingkan oleh berita atau rumor, misalnya, mengenai si Anu mau melakukan ini atau itu. Cukup perhatikan price action-nya. Tenang… tenang… nanti Anda akan sampai ke topik itu. Ikuti saja modul ini sampai selesai.

2. Prices move in trend
Harga bergerak dalam tren, begitu bunyi dasar yang ke-2. Maksudnya adalah bahwa pergerakan harga cenderung bergerak dalam arah (trend) tertentu sampai suatu saat tren tersebut akan berakhir. Arahnya bisa naik, turun, atau datar-datar saja. Dengan mengetahui tren pasar, maka Anda akan bisa mengambil keputusan yang tepat.

3. History repeats itself
Sejarah selalu berulang. Para technician (sebutan untuk trader ber-”haluan” analisis teknikal) menemukan bahwa pergerakan harga cenderung membentuk pola-pola tertentu. Pola-pola ini pun memiliki kecenderungan berulang dari masa ke masa. Dengan demikian, berulangnya pola-pola tersebut bisa dimanfaatkan untuk memperkirakan ke mana arah pergerakan harga selanjutnya berdasarkan “sejarah” yang tercatat ketika pola-pola yang sama muncul di masa lalu.

Alat alat yang digunakan trader untuk melakukan teknikal analisis

Grafik harga forex

Grafik harga menunjukkan nilai tukar dua mata uang dan terus bergerak dari waktu ke waktu. Ada tiga model grafik harga yang umum digunakan dalam analisa teknikal, yaitu grafik garis (Line Chart), grafik batang (Bar Chart), dan grafik lilin (Candlestick Chart). Diantara ketiganya, yang paling populer di Indonesia adalah grafik Candlestick

Indikator forex

Agar pergerakan harga yang ditunjukkan oleh grafik di atas dapat dianalisa, maka dibutuhkan indikator teknikal. Indikator teknikal ini banyak sekali jenisnya, tetapi semua memiliki kesamaan, yaitu memungkinkan trader untuk memaknai pergerakan harga saat ini sehingga dapat memunculkan prediksi untuk pergerakan harga di masa depan.

Karena banyaknya indikator teknikal di dunia, bahkan hingga ratusan, maka setiap trader bisa menggunakan indikator yang berbeda.

Belajar analisa teknikal berarti harus memahami cara menggunakan indikator-indikator seperti Moving Average dan RSI. Akan tetapi, analisa teknikal dan indikator tidaklah 100% pasti tepat. Kondisi pasar bisa berubah-ubah sewaktu-waktu dan tak seorang pun di dunia dapat mengetahui apa yang terjadi di masa depan. Oleh karena itu, hasil analisa teknikal maupun analisa fundamental merupakan “perkiraan”, dan trader harus selalu siap untuk menghadapi kemungkinan salah prediksi.

Sistem dan strategi Trading Forex

Dalam analisa teknikal, sekedar ada grafik dan indikator saja tidak cukup. Trader forex bisa membuat teknik atau metode analisa sendiri, berdasarkan satu jenis indikator, kombinasi banyak indikator, atau digabungkan dengan teknik-teknik khusus seperti FibonacciRetracement dan ReversalElliott Wave, dan lain sebagainya.

Apa Yang harus dipelajari untuk dapat menguasai teknikal analisis?

  • Trader pemula harus belajar membaca struktur pada chart grafis candlestick agar bisa membaca trend yang sedang terjadi apakah sedang turun atau sedang naik
  • Trader pemula harus belajar memetakan atau menentukan zona level yang penting di sebuah grafik, level level tersebut tercerminkan pada high low candlestick, swing high low, support resistance, serta supply dan demand
  • Trader pemula harus bisa membaca pola yang terbentuk, baik pola candlestick maupun pattern, seperti pinbar, inside bar, flag, double bottom, triangle, head shoulder. pola pola tersebut adalah signal trader untuk membuka trading apakah buy atau sell
  • Trader pemula harus belajar mmoney management terutama management resiko atau penempatan stoploss dan titik cut loss, sehingga trading menjadi low risk dan high return dengan dipadukan dengan setup yang memiliki probabilitas yang tinggi
  • Trader pemula harus belajar disiplin, konsisten dan bersabar

Analisa fundamental

Analisa fundamental adalah hal-hal yang mewakili ekonomi suatu negara secara umum. Biasanya analisa ini diwakili oleh berita (news) yang berulang secara periodik dan mampu mengerakan pasar pada saat itu. Pengaruh dari fundamental ini pada umumnya bersifat sementara walau kadang bisa mempengaruhi trend secara makro di waktu mendatang.

Berbeda dengan analisa teknikal yang memanfaatkan “history” pergerakan harga, dalam analisa fundamental Anda justru akan mencoba untuk “menangkap” peluang yang mungkin akan muncul mengiringi berita atau data ekonomi terkait negara tertentu yang tentu akan mempengaruhi mata uang negara tersebut.  Dengan mengamati dan mempelajari data-data ekonomi tersebut, seakan-akan Anda mencoba untuk “mengintip” kemungkinan pergerakan harga selanjutnya.

Dengan analisa fundamental, para trader mencoba untuk menangkap peluang yang mungkin akan muncul dari data-data dan berita faktor-faktor ekonomi tersebut, dan karena sifat dari analisa fundamental bukanlah melihat grafik saja, namun melihat ekonomi secara global, maka analisa fundamental juga lebih cocok diterapkan dalam jangka waktu transaksi yang panjang.

para trader fundamental percaya bahwa bukanlah grafik yang menggerakkan harga di pasar, namun perubahan fundamental lah yang lebih berpengaruh yang menyebabkan pasar bereaksi, dan pergerakan harganya yang ditampilkan dalam grafik.

Manfaat utama dari analisis fundamental ini adalah untuk membantu trader memahamitrend secara global terhadap satu atau beberapa mata uang dan kaitan-kaitannya dengan dinamika ekonomi satu atau beberapa negara.

Analisis fundamental lebih menekankan terhadap siklus ekonomi dan harga wajar yang mempengaruhi pergerakan harga dalam waktu menengah atau jangka panjang.

2 Macam tipe Fundamental

Dalam menerapkan analisa fundamental, paling tidak ada dua hal utama yang biasanya menjadi perhatian, yaitu analisa fundamental dasar (basic fundamental) dan fundamental besar (major fundamental).

Fundamental Dasar
Fundamental dasar adalah hal-hal yang mewakili situasi ekonomi suatu negara secara umum. Faktor ini biasanya diwakili oleh berita yang berulang secara periodik, dan mampu menggerakkan pasar pada saat itu. Pengaruh dari fundamental dasar ini pada umumnya bersifat sporadis dan sementara, walaupun bisa mempengaruhi trend secara makro di waktu mendatang.

Sebagai catatan, pasar forex akan lebih bereaksi saat ada kejutan dari berita yang keluar. Dengan kata lain, data nyatanya tidak sesuai dengan perkiraan banyak orang terhadap yang diramalkan.

Untuk pemula di bidang analisa fundamental, disarankan untuk lebih memperhatikan berita-berita signifikan dari Amerika Serikat, seperti tingkat pengangguran, Indeks Konsumen, Inflasi dan lain-lain, yang terjadi di Amerika Serikat.

Hal ini dapat membantu pemula dalam analisis fundamental, karena mata uang USD sampai saat ini masih diakui sebagai mata uang perdagangan global, sehingga berita yang menggerakkan USD pastinya akan menggerakkan mata uang lainnya. Berikut salah satu contoh reaksi pasar saat dirilisnya data Non Farm Payroll (NFP) dan dampaknya terhadap EUR/USD:

BACA JUGA:  Panduan Belajar Metode Price Action Forex

Fundamental Besar
Fundamental besar adalah hal-hal besar, dan umumnya tidak terencana, yang bisa mempengaruhi pergerakan harga secara tidak terduga. Berbeda dengan fundamental dasar, akses untuk mendapatkan informasi perubahan fundamental besar biasanya lebih sulit.

Contoh fundamental besar adalah subprime mortgage yang terjadi di Amerika. Pada umumnya, forex trader akan mempunyai tingkat pengetahuan atau naluri akan perubahan besar dari frekuensi mengamati dan menganalisis fundamental dasar secara periodik.

Sebagai seorang trader, sebaiknya mempunyai pengetahuan secara umum terhadap fundamental dasar dan fundamental besar, karena ini akan membantu trader dalam mengambil keputusan untuk trading atau tidak.

Ada trader yang memanfaatkan gejolak harga saat perubahan fundamental (terutama berita) sedang terjadi, tetapi ada juga trader yang menjauhkan diri dari situasi ini untuk menekan risiko.

Berita berita penting yang perlu diperhatikan oleh trader fundamental

Seperti yang kita ketahui bahwa pergerakan nilai mata uang suatu negara akan dipengaruhi oleh kondisi negara yang bersangkutan terutama dari sisi ekonomi, sosial, dan politik. Dengan menganalisa faktor-faktor fundamental terlebih dahulu, trader menganalisa kekuatan pasar dari segi berbagai faktor yang dapat mempengaruhi permintaan dan penawaran dalam trading forex.

Berita Ekonomi
Hal-hal yang mempengaruhi fundamental ekonomi suatu negara tidak lepas dari faktor ekonomi itu sendiri. Kuat lemahnya ekonomi suatu negara dapat kita lihat melalui laporan data ekonomi yang selalu dikeluarkan badan terkait.

Kuat dan lemahnya ekonomi akan memberi aksi pembuat kebijakan untuk mengeluarkan kebijakan ekonomi yang akan berpengaruh pada penguatan atau pelemahan mata uang Negara tersebut. Jadwal rilis laporan data ini bisa digunakan trader dalam menentukan posisi beli atau jual di transaksi online trading.

Berita Sosial dan Politik
Perkembangan sosial politik juga dapat mempengaruhi fundamental ekonomi suatu negara, meskipun tidak selalu berpengaruh signifikan. Gejolak sosial politik di suatu negara mungkin lebih berpengaruh terhadap mata uangnya dibandingkan dengan negara lainnya.

Misalnya, gejolak politik di tahun 1998, di Indonesia sedang terjadi peralihan kekuasaan orde baru ke orde reformasi, sehingga menimbulkan gejolak fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika yang signifikan. Sedangkan gejolak politik yang terjadi di Amerika saat kasus Bill Clinton dengan Monica Lewinsky tidak terlalu berpengaruh terhadap dolar Amerika.

Berita Lingkungan
Di luar faktor ekonomi dan sosial politik, juga terdapat faktor eksternal yang mempengaruhi analisa forex secara fundamental, dan juga berpengaruh terhadap pergerakan harga mata uang negara tersebut. Faktor eksternal tersebut berkaitan dengan lingkungan, misalnya serangan virus MERS di Korea Selatan 2015 telah memangkas outlook Bank Sentral Korea (BOC) terhadap pertumbuhan ekonomi negara tersebut.

Berita Tingkat Suku Bunga (Interest Rate)
Yang dimaksud dengan tingkat suku bunga adalah perubahan besaran tingkatan suku bunga simpanan antar bank. Pasar forex pada umumnya akan bereaksi terhadap tingkat suku bunga dan tingkat inflasi.

Bila tingkat inflasi meninggi, bank sentral akan terpaksa menaikkan suku bunga untuk menekan laju konsumsi. Oleh karenanya, uang beredar menjadi lebih sedikit karena masyarakat akan menyimpan uangnya di bank.

Tujuan Bank Sentral menaikkan tingkat suku bunga sendiri memang untuk menarik dana masuk dari masyarakat, dan diharapkan dengan sedikitnya jumlah uang yang beredar akan menaikkan nilai mata uang tersebut. Sebaliknya, bila bank sentral menurunkan suku bunga simpanan, maka nilai tukar mata uang yang bersangkutan akan melemah.

Berita Gross Domestic Product (GDP)
Gross Domestic Product adalah data ekonomi yang berfungsi untuk mengetahui nilai total produksi suatu negara yang dihasilkan oleh perorangan dan perusahaan baik lokal ataupun asing. Gross Domestic Product merupakan total pendapatan negara. Komponen utama Gross Domestic Bruto terdiri dari tingkat investasi, konsumsi, belanja pemerintah dan total bersih ekspor.

Berita Indeks Biaya Hidup
Indeks biaya hidup merupakan indikator ekonomi yang mengukur biaya hidup dan rata-rata tingkat perubahan harga dari konsumen terhadap barang dan jasa tertentu. Data ini berfungsi untuk mengidentifikasi tingkat inflasi yang berpengaruh terhadap besaran obligasi dan tingkat suku bunga.

Naiknya CPI menyababkan inflasi meningkat yang akan mendorong pemerintah untuk menurunkan tingkat obligasi serta menaikkan suku bunga.

Berita Non Farm Payroll
Non farm payroll adalah data ekonomi Amerika yang berupa data gaji pekerja diluar sektor pertanian, sebagai penyumbang data Gross Domestic Product. Apabila data gaji diluar pertanian meningkat, maka akan berpengaruh terhadap penguatan mata uang.

Berita Tingkat Pengangguran
Tingkat pengangguran merupakan indikator ekonomi yang menunjukkan data pencari kerja yang belum mendapatkan pekerjaan atau masih menganggur. Data ini menunjukkan sehat tidaknya ekonomi suatu negara. Apabila tingkat pengangguran meningkat, maka disimpulkan pertumbuhan ekonomi melambat, akibatnya mata uang mengalami pelemahan. Sebaliknya, jika tingkat pengangguran menurun, maka pertumbuhan ekonomi meningkat, dan mata uang menguat.

Berita Indeks Kepercayaan Konsumen
Indeks kepercayaan konsumen merupakan data ekonomi yang menunjukkan tingkat keyakinan konsumen terhadap perekonomian nasional serta tingkat kesehatan keuangan. Apabila tingkat kepercayaan konsumen meningkat maka mata uangnya juga menguat.

Trading Harian

Trading forex harian atau day trading merupakan sebuah cara trading yang memanfaatkan pergerakan harian untuk mendapatkan profit. Trader akan membuka posisi dan kemudian menutupnya pada hari yang sama terlepas dari untung atau rugi.

Bagi trader pemula, cara trading ini akan menimbulkan banyak kesulitan terutama dalam hal menganalisa, sebagai pemula yang masih awam terhadap teknik analisa, pergerakan harga terlalu cepat sehingga ketika analisa selesai sudah terbentuk pola baru dan trader akan terlambat dalam pengambilan keputusan.

Selain itu ketika posisi sudah terbuka, dapat saja trader pemula gagal untuk mengenali pola-pola berlawanan yang dapat menyebabkan kerugian pada posisi.

Karena Mereka cenderung untuk membuka dan menutup posisi trading pada hari yang sama, apapun yang terjadi, para trader harian bisa dikategorikan sebagai spekulator.

Kelemahan trading forex harian

Berikut adalah daftar asalan mengapa trading forex harian memiliki kelemahan yang perlu diwaspadai:

  • Pengenaan spread dari broker – Spread ideal untuk posisi yang dipasang adalah 1-2 pip didalam melakukan trading forex harian. Setiap posisi yang dipasang, tanpa disadari akan menyebabkan biasa spread meningkat, semakin banyak posisi yang dipasang maka semakin besar biaya spread, sehingga posisi yang dipasang haruslah posisi yang sudah dipertimbangkan hati-hati.
  • Eksekusi dari transaksi – Trading forex harian wajib mendapatkan eksekusi transaksi yang baik, jika broker tempat trader bertrading sering terjadi requote atau transaksi tidak dapat dieksekusi, maka hal ini dipastikan akan menjadi penyebab kerugian saat harga bergerak sangat cepat.
  • Pengetahuan yang memadai akan pola-pola – Cara trading forex harian sangatlah bergantung pada analisa teknikal yang mensyaratkan trader menghafal pola-pola harga dan indikatornya. Tanpa menguasai cara analisa teknikal maka kemungkinan berikutnya trader hanya bertrading saat ada rilis berita. Cara trading kedua merupakan cara yang penuh dengan perjudian karena trader tidak dapat memastikan reaksi pasar pada hasil berita yang di rilis.
  • Sedikit instrumen untuk trading – Point ini lebih merupakan syarat, karena waktu pengambilan keputusan yang singkat, maka trader hanya dapat berfokus pada sedikit sekali pilihan instrumen trading walaupun yang disediakan broker banyak. Hal ini bertujuan agar trader dapat fokus dan tidak melewatkan peluang atau risiko yang mungkin terjadi.
  • Tuntutan untuk pengambilan keputusan yang cepat – pengambilan keputusan merupakan sebuah aktivitas yang memakan tenaga cukup besar dan sangat penting. Di dalam perusahaan, aktivitas pengambilan keputusan hanya diberikan kepada mereka yang berada pada jajaran atas. Jika kita bandingkan secara gaji, bisa saja ditemukan gaji para atasan ini bisa 3-5x lipat dari gaji mereka yang berada pada jajaran bawah. Sudah pasti gaji yang tinggi juga dihadapkan pada tuntutan yang tinggi untuk menghasilkan keputusan yang benar karena risiko keputusan yang salah juga cukup tinggi.
  • Manusia rentan terhadap emosi – Sebutkan 1 nama orang yang dalam hatinya tidak berasa sedih menghadapi penolakan, dan sebutkan 1 orang yang dapat menghasilkan keputusan tepat saat sedang marah. Mungkin orang itu ada, namun sebagai manusia normal 90% pasti akan sedih dan juga memilih keputusan yang salah ketika sedang emosi.
  • Pencapaian target harian – Bisnis pasti ada target dan tujuan tingkat profit, demikian juga dengan trading. Pencapaian target harian pada trading merupakan kesalahan besar yang pasti akan terjadi pada trader pemula. Trading tidak sama seperti proses kerja lainnya yang memiki laporan kemajuan harian, dalam trading bisa saja hari A trader untung, bisa juga pada hari berikutnya merugi. Penetapan pencapaian target harian hanya akan membuat stress trader pada hari yang merugi. Stress ini kemudian akan menuntun pada pembuatan keputusan yang salah pada hari trading berikutnya.
  • Intensitas informasi – Trading forex harian berarti trader akan berada di depan layar monitor secara terus menerus dan umumnya dapat berlangsung hingga 8 jam. Dengan berada di depan layar monitor terus menerus maka trader terekspos pada perubahan harga yang berlangsung beberapa kali dalam sekian detik. Karena perubahan harga it uterus terjadi, maka trader akan berada dalam keadaan waspada terus menerus. Sama seperti karet yang direntangkan terus menerus dan sulit untuk kembali lagi ke keadaan semula, stress akan menumpuk dan trader akan kelelahan.

2 Jenis Trader Harian

Institutional Day Trader
Institutional Day Trader (trader harian institusi) merupakan para spekulator yang bekerja untuk institusi-institusi keuangan. Mereka memiliki banyak keunggulan, diantaranya:

sumber informasi tangan pertama atau tangan kedua.
perangkat trading (trading tools) yang mutakhir dan lengkap.
fasilitas komputer, software dan komunikasi on-line yang sangat memadai

Pada institusi keuangan besar dengan manajemen yang mapan, para trader didukung oleh beberapa team dengan tugas yang berbeda-beda. Ada yang khusus memantau rilis berita fundamental dan ada yang menganalisa data-data teknikal. Dengan demikian, Institutional Day Trader umumnya dapat memantau pasar secara lebih menyeluruh.

Keunggulan-keunggulan tersebut biasanya sulit diakses oleh trader pada umumnya. Selain itu, dana segar dalam jumlah besar selalu mengalir ke account trading yang dikelolanya, sehingga mereka tidak khawatir akan kehabisan dana jika terjadi Margin Call.

Akan tetapi, trader yang mengelola dana klien di institusi keuangan besar tersebut biasanya bekerja sesuai target yang ditentukan perusahaan. Apabila perolehan mencapai target, maka mereka bisa mendapatkan bonus sesuai performa. Sedangkan bila di bawah target, bisa ditebak kalau karir mereka bakal cepat berakhir.

Retail Day Trader
Berbeda dengan trader institusi, Retail Day Trader (trader harian retail) adalah spekulator perorangan yang bekerja untuk dirinya atau kelompoknya sendiri. Mereka trading dengan dana pribadinya atau dana hasil patungan dari beberapa trader. Ada juga yang mengelola dana pihak lain dengan perjanjian tertentu.

BACA JUGA:  Download Daily Balance sheet Mq4 Custom Indikator Forex Gratis Untuk Mt4

Berbeda dengan trader institusional, pada umumnya Retail Day Trader tidak mempunyai fasilitas untuk bisa akses ke berbagai sumber daya. Mereka mengandalkan fasilitas software trading yang diberikan broker, ditambah mungkin berlangganan pada penyedia data komersil untuk memperoleh informasi tertentu. Selain itu, dana yang dikelola trader harian retail relatif terbatas dan jauh lebih kecil dari trader institusi.

Trader Scalping

Scalping merupakanstrategi forex di mana sang trader mencoba untuk “memungut” profit kecil secara beruntun. Seorang trader akan masuk dan keluar dari pasar beberapa kali dalam sehari, mencoba untuk mencari keuntungan di antara pergerakan pasar yang volatile. Para scalper biasanya juga akan bereaksi dengan cepat ketika ada rilis data ekonomi atau berita lain yang memiliki dampak besar terhadap pergerakan pasar.

Meskipun terlihat mirip dengan day trading, namun sebenarnya tak sama. Dalam day trading, seorang trader hanya akan membuka posisi sebanyak satu atau dua kali dan posisi tersebut akan ditutup sebelum hari perdagangan tersebut berakhir. Ia tak pernah – atau sangat jarang – membiarkan posisi tersebut mengalami overnight. Sementara itu seorang scalper bisa membuka dan menutup posisi lebih banyak lagi dan hanya mengincar profit-profit kecil tiap kali membuka posisi. Jika day trader menggunakan chart 15 menit hingga 1 jam, maka scalper memanfaatkan chart 1 menit.

Day trader biasanya menargetkan keuntungan $200 hingga $500 tiap kali membuka posisi, sementara scalper biasanya hanya menargetkan $5-$10 per transaksi. Jika ia berhasil melakukan 10 kali transaksi yang menghasilkan keuntungan, maka ia akan bisa membukukan keuntungan sebesar $50-$100 per hari. Tentu saja, jumlah itu hanya bisa diperoleh jika semua transaksi yang ia lakukan berakhir dengan keuntungan. Terkadang justru sekali transaksi yang merugi justru menghapuskan keuntungan yang diperoleh dari 9 transaksi sebelumnya.

Keuntungan dan kekurangan scalping

  • Strategi Scalping tak menyisakan waktu lama bagi trader untuk risau, karena setiap posisi trading akan langsung ditutup dalam tempo singkat. Selain itu, mengejar target profit dalam jumlah kecil juga relatif lebih mudah ketimbang menantikan tercapainya target dalam jumlah besar.
  • Strategi Scalping bisa menjadi sangat menegangkan dan berisiko tinggi, terutama bagi trader pemula yang belum tamat belajar forex. Apalagi bila jumlah lot-nya besar.
    Mendapatkan keuntungan dalam jumlah kecil itu sepintas gampang, tetapi untuk memastikan memperolehnya secara konsisten tidaklah mudah.
  • Biaya trading sangat tinggi dan trader harus selalu mewaspadai pelebaran spread. Perlu diketahui, spread pada pasangan mata uang tertentu bisa setinggi 5-10 pips atau lebih, sehingga Scalping bukannya menghasilkan untung tapi malah buntung. Oleh karena itu, trader harus selalu mawas kalau-kalau spread mendadak melebar saat kondisi pasar cenderung volatile, serta menerapkan tatanan Money Management yang baik.

Swing Trader

Teknik forex swing trading merupakan gaya trading dengan jangka waktu yang lebih panjang dan diperlukan kesabaran dalam memegang posisi selama beberapa hari bahkan minggu untuk setiap posisi yang dibuka.

Forex swing trading dalam aplikasinya akan membuka posisi pada saat harga berada pada titik yang tinggi atau ketika harga berada pada titik yang rendah menurut riwayat pergerakan dalam beberapa minggu terakhir. Dengan demikian setiap posisi yang dibuka dengan teknik forex swing trading forex swing trading akan mengusahakan nilai profit yang juga besar.

Tentunya target profit yang besar juga akan diimbangi dengan besaran stop loss yang cukup besar, karena itu pembukaan posisi dengan teknik forex swing trading memerlukan perhitungan money management yang baik untuk menahan pergerakan harga. Dalam komunitas trader ada opini yang kurang tepat menyatakan bahwa untuk melakukan forex swing trading harus memiliki dana yang besar. Hal tersebut tidaklah tepat karena dengan akun sebesar $100 pun trader dapat menjalankan forex swing trading yang penting trader melaksanakan juga money management yang tepat.

Keuntungan swing trading

  • Pertama, Strategi Swing Trading tidak menuntut trader untuk membuka banyak posisi trading. Satu posisi per minggu saja sudah cukup untuk mengeruk keuntungan. Setiap posisi pada Swing Trading memanfaatkan pergerakan trend secara maksimal. Ekspektasinya, setiap posisi strategi Swing Trading ditargetkan untuk meraih ratusan Pip.
  • Kedua, setiap posisi memfokuskan pada kualitas, bukan kuantitas. Buang kebiasaan buruk untuk membuka banyak posisi. Strategi Swing Trading menitikberatkan pada akurasi sinyal dan manajemen resiko untuk setiap posisinya, dari pembukaan sampai penutupan.
  • Ketiga, strategi sistem trading menerapkan prinsip “set and forget”. Karena setiap posisi Swing Trading sudah diamankan dengan manajemen resiko dan targetnya juga sudah jelas, maka Anda tidak perlu lagi mengawasi pergerakan harga terus menerus.
  •  Keempat, analisis yang relatif lebih mudah. Semakin besar time frame yang trader gunakan maka lebih  mudah  memprediksi pergerakan harga pasar. Sebaliknya, pada time frame yang lebih kecil, grafik seringkali menjadi lebih bergerigi (whipsaw) sehingga sulit membaca trend utamanya. Pola-pola harga yang terbentuk pada time frame kecil tidak dapat diandalkan karena lebih mudah bagi trader besar untuk mempengaruhi pergerakan harga. Sedangkan pada time frame besar, karena volumenya yang sangat besar, trader paling besar pun tidak akan mudah mengendalikan harga.
  • Kelima, terhindar dari tekanan psikologis. Forex swing trading menggunakan time frame yang besar, maka umumnya mereka tidak perlu memantau pergerakan grafik setiap jam atau setiap saat. Dalam satu hari, trader hanya perlu membuka chart dua hingga tiga kali dan lebih banyak jika pada hari tersebut ada berita-berita yang dapa mengubah arah trend jangka menengah. Dengan cara ini, trader akan lebih nyaman secara psikologis dan terhindar dari melakukan transaksi yang tidak diperlukan karena tekanan pasar.
  • Keenam, memiliki jadwal yang fleksibel. Yang trader butuhkan hanya melakukan beberapa pengamatan pada pasar setelah bekerja, dan menempatkan posisi-posisi baru keesokan harinya ketika pasar dibuka atau dapat juga setelah pulang bekerja melakukan pengamatan dan memasang posisi. Teknik forex swing  trading menawarkan profit yang sangat menarik, umumnya trader pengguna teknik forex swing trading akan mengejar target profit lebih dari 100 pip sehingga memerlukan beberapa hari sampai beberapa minggu untuk mencapainya, tergantung pada volatilitas harga. Forex swing trading memanfaatkan volatilitas harga secara maksimal dengan beli pada saat harga berada pada titik terendah dan jual pada titik tertinggi.

4 Hal yang wajib dikuasai oleh para swing trader

  • Dapat Mengenali sebuah Trend, apakah sedang trend down atau edang trend up
  • Dapat menentukan Key Level, Dimana letak support resistance, Supply demand, SBR, RBS, Swing High Low
  • Dapat Mengetahui Pola atau pattern yang memiliki Probabilitas yang tinggi, pola dan pattern tersebut sebagai acuan para swing trader untuk open order sell atau buy sesuai arah trend
  • Menguasai Money Management sehingga resiko lebih kecil daripada Reward keuntungan yang didapat.

Range Trader

Range Trader adalah para trader yang memanfaatkan kondisi harga yang sedang sideway diantara support dan resistance, Para trader yang melakukan range trading pada umumnya adalah trading forex jangka pendek hingga jangka menengah dan biasanya berlangsung hanya beberapa hari dengan target keuntungan beberapa puluh pips.

Rentang perdagangan ini dilakukan dengan menggunakan grafik dengan atau tanpa indikator tertentu. Tipe trading ini memungkinkan untuk membuka posisi melawan atau pun searah dengan trend utama karena fokus range trading adalah trend jangka pendek.

Trend Trader

Trend trader adalah trader yang menunggu momentum trend terbentuk kemudian trader memanfaatkan momunter untuk mencari level entry yang searah dengan trend yang terbentuk.

Dengan mengikuti trend para trader bisa memaksimalkan profit yang mereka dapatkan, kebanyakan para trader profesional termasuk dalam trend trader.

Counter Trend

Para Counter Trend percaya bahwa semua trend pasti akan berhenti dan baik berubah trend atau reversal maupun hanya terjadi pullback karena adanya aksi profit taking.

Counter trend trading hanya dipakai oleh para trader yang sudah punya pengalaman panjang dan telah menguasai gaya trading yang mengikuti trend. karena counter trend sangat beresiko jika di ikuti asal asalan oleh para trader pemula.

Keuntungan paling penting kenapa para trader melakukan counter trend adalah untuk mengejar titik reversal sehingga mendapatkan pucuk dari trend yang diramalkan akan terbentuk sehingga keuntungan yang didapat jika trend berhasil berbalik arah adalah sangat besar.

Carry Trade

Kegiatan menjual instrument perdagangan (uang) dengan suku bunga rendah kemudian menggunakannya untuk membeli instrument perdagangan (uang) dengan suku bunga tinggi.

Jadi ketika Anda sedang membayar suku bunga yang rendah terhadap instrument keuangan yang Anda jual dan pada saat itu juga Anda sedang mendapatkan suku bunga yang lebih tinggi pada instrument keuangan yang sedang Anda beli.
Sebagai contoh adalah transaksi sederhana ini.
Misalnya, jika Pound (GBP) memiliki suku bunga 5 persen dan Dolar AS (USD) memiliki suku bunga 2 persen, dan Anda membeli GBP/USD, Anda melakukan carry trading. Untuk setiap hari Anda melakukan trading ini di pasar, broker akan membayar selisih antara suku bunga kedua mata uang tersebut, yang akan menjadi 3 persen. Perbedaan suku bunga semacam itu dapat bertambah seiring waktu.

Keuntungan Carry Trading

Trading dengan strategi ini menguntungkan karena selain menambah trading Anda, ada juga tambahan pendapatan dari bunga. Carry trading juga memungkinkan Anda menggunakan leverage untuk keuntungan Anda.

Ketika broker membayar Anda bunga harian pada carry trading Anda, bunga yang dibayarkan adalah pada jumlah yang digunakan leverage. Jika Anda membuka trading untuk satu lot mini (10.000 USD), dan Anda hanya perlu menggunakan $ 250 dari margin aktual untuk membuka trading itu, Anda akan dibayar bunga harian pada $ 10.000, bukan $ 250. Ini dapat menambahkan hingga pengembalian tahunan yang cukup besar.

Resiko Carry Trading

Ada cukup banyak risiko untuk strategi carry trading. Pasangan mata uang yang memiliki kondisi terbaik untuk menggunakan metode carry trading cenderung sangat mudah berubah. Untuk alasan ini, carry trading harus dilakukan dengan hati-hati. Pasar yang gelisah dapat memiliki efek cepat dan berat pada pasangan mata uang yang dianggap “carry pairs” dan tanpa manajemen risiko yang tepat, trader dapat dihabisi oleh perubahan yang mengejutkan dan brutal.

 

Catatan Terkait Lainnya